Depoedu.com – Pendidikan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sadar, sengaja, teratur dan terencana untuk mengubah atau mengembangkan potensi dan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan salah satu sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut.
Melalui sekolah, siswa dapat belajar berbagai macam hal yang tekait dengan potensi diri dan pengalaman hidup. Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh.
Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar, seseorang harus memiliki kecerdasan intelektualyang tinggi, karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal.
Akhir – akhir ini kerap kali kita mendengar mengenai SEL (Social Emotional Learning). Tetapi apa sebenarnya Social Emotional Learning itu? Konsep socialemotional learning (SEL) dikemukakan pertama kali oleh Daniel Goleman pada 1995.
Goleman berpendapat bahwa seorang guru harus memberikan perhatian lebih pada pembelajaran sosial-emosional bagi para siswanya. Ide SEL tersebut merupakan elaborasi dari konsep emotional intellegence atau kecerdasan emosional.
Baca Juga: Empat Kebiasaan Buruk yang Dapat Memicu Stroke
Kecerdasan ini merupakan kemampuan dalam mengatur dan mengidentifikasi emosi seseorang dalam menentukan cara yang tepat untuk bertindak terhadap orang lain.
Kecerdasan emosional sangat penting dalam pembelajaran karena bagaimana upaya mengembangkan seorang anak agar memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi dan sekaligus juga seorang yang sangat manusiawi memiliki kecerdasan emosi yang tinggi pula.
Social Emotional Learning merupakan sebuah proses belajar keterampilan sosial dan emosional, dan sama pentingnya dengan belajar membaca atau matematika. Proses pembelajaran ini paling efektif ketika dimulai awal dan berlanjut hingga sekolah menengah.
Keterampilan sosial-emosional sangat penting untuk keberhasilan di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan. Dengan Social Emotional Learning siswa dapat belajar guna mengelola emosi dan perilaku mereka sendiri. Selain itu memiliki empati dan menunjukan perhatian dan untuk orang lain, menyelesaikan masalah secara efektif, membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Dalam kegiatan pembelajaran,` siswa yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi sangat diperlukan, terlebih dalam kegiatan kelompok untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, para orang tua dan para guru harus memupuk kecerdasan emosional sejak dini.
Baca Juga: Delapan Tanda Orang Tua Menghargai Anak dan Dampaknya pada Pertumbuhan Anak
Orang-orang yang sering bertindak ceroboh, tanpa berfikir panjang, tidak memiliki empati dan kurang bersabar merupakan orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah.
Lebih dalam perkembangan kecerdasan emosi dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern.
Diantaranya empati (memahami orang lain secara mendalam), mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan masalah antar pribadi, ketekunan, kesetiakawanan dan keramahan, serta sikap hormat.
Oleh karena itu agar anak dapat bertumbuh dengan baik perlu terus dilatih kecerdasan emosionalnya.
Foto: bimiboo.com
