Ambisi Presiden Prabowo Subianto: Membangun Pendidikan Indonesia sebagai Fondasi Masa Depan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pendidikan telah ditempatkan sebagai salah satu komponen tulang punggung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bukan sekedar sektor pelengkap, melainkan kunci strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Sejak awal menjabat, Presiden Prabowo Subianto menegaskan; “Pendidikan adalah senjata ampuh untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.” Sejauh ini pernyataan ini bukan retorika; ia diterjemahkan ke dalam rangkaian kebijakan ambisius yang mengubah peta pendidikan nasional dalam waktu relatif singkat. 

Tulisan ini akan mencoba menguraikan kerangka ambisi tersebut, program-program utamanya, serta peluang dan tantangan yang menyertainya. Berikut uraiannya. 

Kerangka Visi: Pendidikan untuk keadilan dan daya saing

Ambisi pendidikan Presiden Prabowo bertumpu pada dua pilar utama sekaligus: pemerataan akses dan peningkatan mutu. Oleh karena itu, pemerintah membagi Kementerian Pendidikan menjadi menjadi tiga; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Kementerian Agama. 

Selain itu program seperti Sekolah Rakyat, dikelola oleh Kementerian Sosial. Ini adalah sinyal bahwa pendidikan dikelola lebih fokus dan menyeluruh. Untuk membiayai ambisi tersebut anggaran pendidikan dipastikan mencapai 20 persen APBN, atau sekitar Rp. 757,8 triliun pada tahun 2026. Ini adalah anggaran terbesar untuk pendidikan sepanjang sejarah. 

Tujuan akhirnya adalah lahirnya generasi cerdas secara kognitif, berkarakter kuat, terampil secara digital dan mampu bersaing secara global. Tujuan ini terasa sangat ambisius terutama karena hasil tes internasional seperti PISA Indonesia masih berada di posisi bawah negara-negara maju. 

Program Unggulan: Upaya mewujudkan ambisi dalam tindakan

Ada enam program unggulan Presiden Prabowo sebagai upaya pemerintahannya mewujudkan ambisi tersebut dalam kebijakan nyata. 

  • Revitalisasi dan digitalisasi sekolah

Program renovasi sekolah menjadi salah satu program yang paling masif. Targetnya seluruh sekolah di Indonesia, sekitar 300 ribu satuan pendidikan direvitalisasi hingga tahun 2029. Pada 2025 telah selesai 17 ribu sekolah. Tahun 2026 ditargetkan 17 ribu menyusul diselesaikan, dan seterusnya hingga tahun 2029. 

Langkah ini disertai distribusi papan interaktif digital secara bertahap agar setiap sekolah memiliki setidaknya empat ruang kelas berbasis teknologi. Ini adalah bagian dari upaya menjembatani kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. 

Baca juga : Agar Tidak Kontra-Produktif, Sebelum Pendidikan Gratis, Pemerintah Harus Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Ini Terlebih Dahulu

  1. Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda; dua jalur pemerataan ganda

Untuk pemerataan pendidikan, pemerintah meluncurkan dua model sekolah strategis untuk masyarakat miskin dan anak berbakat unggul dalam dua model sekolah strategi yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. 

. Sekolah Rakyat: Ini adalah sekolah gratis dan berasrama yang diperuntukkan bagi keluarga miskin dan keluarga sangat miskin. Targetnya, 500 unit sekolah Rakyat hingga tahun 2029 diproyeksikan untuk menjangkau 500 ribu siswa di seluruh Indonesia. Tujuannya memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara. 

. Sekolah Garuda:  Ini adalah sekolah unggulan yang fokus pada STEM bagi siswa berprestasi unggul untuk menyiapkan siswa berprestasi tersebut masuk universitas terbaik di seluruh dunia. 

Kedua program ini dimaksudkan sebagai strategi pemerataan ganda, bertujuan agar tidak ada anak tertinggal karena miskin secara ekonomi, sekaligus untuk memfasilitasi anak berprestasi unggul untuk mengangkat nama bagsa. 

  1. Makan Bergizi Gratis 

Program makan bergizi gratis merupakan program yang menyerap anggaran yang sangat besar dari APBN. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Program ini juga diharapkan berdampak pada pencegahan stunting dan berdampak pada keberhasilan belajar siswa.  

Namun di awal implementasi program ini, terkesan salah urus dan sempat menjadi proyek bancakan oknum  yang mencari keuntungan dan terjadi kasus keracunan berulang di berbagai daerah.  Mudah-mudahan terjadi perbaikan di tiga tahun ke depan, sehingga tujuan program ini bisa terasa perwujudannya. 

  1. Pendidikan Karakter

Program lain dalam upaya mewujudkan ambisi Presiden Prabowo adalah pendidikan karakter melalui upaya Membangun 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia terutama di level pendidikan prasekolah dan level pendidikan dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Tujuh Kebiasaan Baik tersebut terdiri dari kebiasaan bangun pagi, kebiasaan beribadah, kebiasaan berolahraga, kebiasaan makan makanan sehat dan bergizi, kebiasaan gemar belajar, kebiasaan hidup bermasyarakat, dan kebiasaan tidur teratur.  

  1. Melanjutkan program yang telah berdampak baik dari pemerintah sebelumnya

Beberapa program yang telah berdampak baik dari pemerintah sebelumnya seperti Beasiswa PIP, diteruskan bahkan diperluas di periode Presiden Prabowo bagi 21,1 juta siswa. Program lain seperti KIP Kuliah juga diteruskan di periode ini adalah program seperti KIP Kuliah bagi 1,2 juta mahasiswa. 

Program lain yang sedang diupayakan adalah pendidikan gratis untuk siswa SD hingga Perguruan Tinggi dan mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru. Dua program terakhir ini merupakan program strategis yang akan berdampak baik jika dapat dilaksanakan dengan baik. 

Baca juga : Mengupayakan Pendidikan yang Menjadi Fondasi Hidup Baik di Tengah Perubahan Tanpa Henti

  1. Penguatan Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi

Kebijakan penguatan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi di Indonesia difokuskan untuk mencetak sumber daya manusia kompeten yang siap kerja di pasar domestik maupun global. Di antaranya menyangkut upaya penyelarasan kebutuhan pasar melalui upaya mencocokan kurikulum lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha. 

Upaya lainnya adalah penguatan kompetensi tambahan berupa upaya membekali mahasiswa vokasi dengan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, serta pemahaman budaya kerja termasuk budaya kerja di luar negeri. 

Upaya lainnya adalah kolaborasi lintas sektor di antaranya upaya melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta mitra internasional secara sinergis. 

Selain itu, upaya terakhir yang dilakukan adalah perluasan akses dan upaya peningkatan mutu. Termasuk dalam upaya ini adalah mendorong program studi pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi agar adaptif terhadap teknologi tinggi termasuk perkembangannya serta memperluas kerja sama global.    

Peluang dan tantangan di tengah lompatan besar

Penelitian menunjukkan kebijakan ini telah memperluas akses pendidikan, terutama di daerah terluar dan tertinggal. Namun tantangan yang dihadapi adalah kualitas pembelajaran belum merata, distribusi guru belum seimbang, pemanfaatan teknologi masih rendah dan sifat kebijakan yang selalu top-down menyulitkan penyesuaian dengan kebutuhan lokal.  

Beberapa pengamat juga mengingatkan soal kesinambungan anggaran dan resiko dualisme sistem pendidikan akibat berdirinya sekolah rakyat dan sekolah garuda, di samping sekolah umum yang sudah ada. Di tengah harapan yang besar, muncul pula kritik soal efektivitas alokasi anggaran dan keterpaduan antar program. 

Itulah ambisi Presiden Prabowo membangun pendidikan Indonesia sebagai fondasi masa depan. Bukan hanya sekedar upaya perbaikan parsial, melainkan upaya transformasi menyeluruh mulai dari upaya perbaikan tampilan fisik sekolah, isi kurikulum, hingga jaminan akses bagi setiap lapisan masyarakat.

Apabila dijalankan secara konsisten, transparan dan tanggap terhadap masukan dari berbagai pihak, agenda ini dapat menjadi landasan yang kokoh bagi Indonesia emas 2045.

Namun keberhasilannya tidak bergantung semata pada satu orang atau pemerintah, melainkan pada komitmen seluruh bangsa untuk memastikan setiap anak Indonesia di manapun berada, mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui pendidikan yang bermutu. 

Foto: The Aceh Post

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments