Depoedu.com-Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melakukan tiga revisi terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa tahun 2026. Perubahan tersebut dilakukan setelah Kemendikdasmen RI melakukan evaluasi pelaksanaan TKA tahun 2025.
Perubahan tersebut diumumkan oleh Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen Rahmawati, dalam webinar TKA pada Rabu ((9/9/2026) seperti dilansir dari laman YouTube Direktorat SMA.
Rahmawati dalam webinar tersebut mengatakan, akan ada perbedaan penjadwalan TKA pada tahun ini, dibandingkan TKA tahun 2025. Jika pada tahun 2025 diperlukan waktu pelaksanaan hanya dua hari untuk pelaksanaan TKA untuk mengerjakan mapel wajib dan pilihan, maka tahun ini, waktu TKA ditambah jadi empat hari.
“Pada pelaksanaan TKA tahun 2026, kita tidak ingin semua peserta TKA menumpuk beban kognitifnya, kemudian lelah. Habis mengerjakan Bahasa Indonesia, langsung Matematika, langsung Bahasa Inggris. Maka tahun ini, setiap peserta TKA akan menempuh TKA selama empat hari,” ujar Rahmawati.
Baca juga : Hari Studi Guru SMP Tarakanita Wilayah Jakarta: Memperkuat HOTS dan AKM Menuju Asesmen yang Bermakna
“Setiap hari, siswa akan mengerjakan TKA untuk mapel yang berbeda dengan salah satu survei. Misalnya, hari pertama untuk Bahasa Indonesia, kemudian mengerjakan survei karakter. Hari kedua mengerjakan Bahasa Inggris, kemudian survei lingkungan belajar. Hari ketiga, mengerjakan Matematika wajib, dan hari ke empat mengerjakan dua mata pelajaran pilihan,” lanjutnya.
Dengan penjadwalan seperti ini, Rahmawati berharap, para siswa menjadi lebih fokus, tidak lelah berlebihan, dan bisa lebih optimal mengerjakan soal-soal di mata pelajaran wajib. Dan yang paling penting, tidak membebani kemampuan kognitif siswa.
Selain penambahan jumlah hari, kata Rahmawati, ada penambahan jumlah durasi waktu untuk mata pelajaranan TKA. Jika sebelumnya waktu pengerjaan soal TKA hanya 65 menit, maka pada tahun 2026 pengerjaan TKA untuk masing-masing mata pelajaran ditambah 15 menit, sehingga waktu yang diperlukan untuk mengerjakan soal lebih memadai.
Baca juga : Hiruk Pikuk Kata-Kata Kasar Di Ruang Digital; Ancaman Tersembunyi bagi Pendidikan Generasi Muda Indonesia
“Untuk TKA Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang jumlah soalnya sebanyak 30 butir, yang sebelumnya dikerjakan dalam 65 menit, akan dikerjakan dalam 75 menit. Untuk TKA Matematika yang jumlah soalnya 25 butir juga akan dikerjakan dalam 75 menit. Artinya masing-masing soal mendapat waktu pengerjaan selama 3 menit.”
Dengan penambahan ini, Rahmawati berharap para peserta TKA tidak merasa terburu-buru dalam mengerjakan soal yang tentu saja memiliki bobot yang berbeda-beda tersebut. Ia juga berharap agar para peserta dapat mengoptimalkan waktu tersebut sampai detik terakhir.
Selain dua perubahan tersebut, perubahan lain yang dilakukan adalah waktu pelaksanaan TKA yang tadinya berbeda-beda karena perbedaan zona waktu, dibuat supaya berbarengan. Maka tidak ada lagi pelaksanaan TKA yang berbeda karena perbedaan zona waktu. TKA akan dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia.
Foto: Kompas.com
