Sekolah, Orang Tua, dan Perguruan Tinggi: Segitiga Penopang Keberhasilan Belajar

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com=Setiap pagi, ketika saya melangkah di area sekolah dan masuk ke ruang kelas, seolah saya berada dalam miniatur Indonesia dengan berbagai corak dan budaya yang melekat pada setiap pribadi murid saya. 

Murid-murid saya datang dari hampir seluruh provinsi di Nusantara, dan mereka membawa sukacita sekaligus tanggung jawab yang dipercayakan kepada setiap pribadi.

Sebagian besar dari mereka adalah anak rantau yang tinggal di asrama atau rumah kos, terpisah dari keluarga dengan satu tekad: berhasil menjadi pribadi yang bijaksana menyiapkan masa depan.

Menjalani masa remaja yang pada dasarnya penuh pergulatan pencarian jati diri dan jauh dari orang tua tentu menjadi kisah tersendiri. Ketika kita menengok kembali masa kanak-kanak mereka, mereka pernah melewati masa pandemi COVID-19 dengan banyak batasan dan larangan.

Saat ini mereka sudah remaja dan beranjak dewasa, serta harus memikul beban kemandirian, tuntutan akademik, dan ekspektasi yang harus mereka selesaikan setiap harinya bersama-sama dengan teman dan kami bapak ibu guru di sekolah.

Selain dari kasih karunia Tuhan, mereka memerlukan penopang yang stabil, yaitu segitiga penopang keberhasilan belajar. Dalam geometri, segitiga adalah bangun datar yang paling stabil dan kokoh menahan tekanan dibandingkan bangun lainnya. 

Begitu pula bagi murid dan anak-anak kita yang sedang memikul beban ekspektasi; mereka butuh penopang yang stabil.

Baca juga : Permainan Tradisional Warnai Waktu Istirahat di SMP Tarakanita 1

Alas segitiga ini adalah sekolah dan orang tua yang harus mampu membangun kolaborasi dalam wujud “Kehadiran Utuh” & “Disiplin Humanis” bagi anak-anak kita. Kehadiran utuh adalah hadir secara mental dan emosional; mau meluangkan waktu untuk sungguh-sungguh mendengarkan pergulatan mereka.

Bagi anak rantau (asrama/kos), “kehadiran utuh” dari orang tua (meski lewat telepon) dan guru (di sekolah) adalah fondasi dasar segitiga tersebut. Kolaborasi ini membutuhkan pendekatan disiplin humanis. 

Sebuah disiplin yang memberikan batasan dan konsekuensi secara tegas, namun tetap penuh empati dan ruang dialog.

Hanya di dalam ruang disiplin yang aman dan memanusiakan inilah, benih-benih kebebasan berpikir, kreativitas, dan nalar kritis murid dapat tumbuh sebagai tameng utama mereka menghadapi dunia.

Sementara itu, titik puncak segitiga ini adalah perguruan tinggi. Selama ini, dalam paradigma pendidikan tradisional, perguruan tinggi sering kali hanya diposisikan sebagai titik koordinat akhir. Sebuah garis finish yang baru dicari dan dipikirkan secara tergesa-gesa saat murid menginjak kelas XII.

Namun, dalam semangat Kurikulum Merdeka, perguruan tinggi bertransformasi menjadi mitra strategis sekolah dan orang tua yang memberikan arah sejak murid duduk di kelas X, sekaligus memberikan wawasan perihal keterampilan masa depan (future skills) yang sesungguhnya dibutuhkan dunia saat ini.

Bagi murid-murid saya yang merupakan anak rantau, mengetahui arah pendidikan yang tidak hanya menuntut nilai rapor yang sempurna, tetapi juga resiliensi, kemampuan beradaptasi, kolaborasi. 

Pendidikan juga menuntut kelincahan berpikir sejak dini sangatlah krusial. Pergulatan batin dan kebingungan mencari jati diri ini akan jauh lebih ringan jika mereka tahu ke mana harus melangkah.

Di sinilah segitiga itu bekerja sempurna: Perguruan tinggi memberikan ‘arah’ berupa wawasan dunia nyata, lalu sekolah dan orang tua meresponsnya dengan ‘kehadiran utuh’ dan menerapkan ‘disiplin humanis’ secara konsisten. 

Kita tidak lagi sekedar menuntut murid untuk berlari kencang secara akademik, tetapi menuntun mereka, sekaligus memastikan bahwa mereka berlari ke arah yang benar.

Ketika alasnya kokoh oleh cinta orang tua dan sekolah, serta puncaknya terarah jelas oleh perguruan tinggi, maka murid-murid kita, para anak rantau ini, tidak akan pernah tersesat. Mereka akan tumbuh menjadi manusia merdeka yang siap menyambut masa depan. 

Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Malang, Bapak Kornelius Kristian Wardana Putra, S.Pd., M.M., menyampaikan banyak terima kasih atas tanggapan yang sangat baik dari orang tua dan mitra perguruan tinggi dalam Ekspo Perguruan Tinggi XXVIII SMAK Kolese Santo Yusup Malang tahun 2026 yang diikuti oleh lebih dari 75 Perguruan Tinggi dan Biro Pendidikan Luar Negeri.

Beliau mencontohkan beberapa kesinambungan prestasi pendidikan yang sangat baik di Kolese Santo Yusup, sekaligus mohon doa restu untuk murid kami kelas XII, Bryan Edbert Timothy Haryono, alumni SMPK Kolese Santo Yusup 2 yang sedang pelatihan untuk Final Olimpiade Sains Nasional 2026 bidang Matematika.

Baca juga : Siswa Jepang dan Tarakanita Tangerang Rajut Persahabatan Lewat Program Homestay

Selain itu, kami turut bangga juga atas prestasi final Junior DBL 2026 Malang sektor putri antara SMPK Kolese Santo Yusup 1 dengan saudara sendiri SMPK Kolese Santo Yusup 2. 

Gelora tetap bersemangat ini juga akan diteruskan oleh kakak tingkat bagi tim putri sekaligus tim dance SMAK Kolese Santo Yusup yang akan memperebutkan gelar juara utama DBL Malang pada tanggal 4 September 2026.

Tentu saja dengan keberlanjutan prestasi yang sangat baik dari jenjang pendidikan tingkat sebelumnya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, para murid dan juga orang tua akan memiliki keyakinan utuh sekaligus kepercayaan untuk melanjutkan pendidikan di SMAK Kolese Santo Yusup. 

SMAK Kolese Santo Yusup sudah mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2027/2028 pada tanggal 1 September yang lalu.

Beliau juga menyampaikan keyakinan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di SMAK Kolese Santo Yusup Malang, para alumni dalam wadah Persaudaraan Eks Siswa-Siswi Kolese Santo Yusup (PEKSY) akan mendapat kesempatan dan melesat lebih tinggi. 

Mereka akan menggapai masa depan dengan diterima kuliah di perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta dalam maupun luar negeri, yang telah memberikan arah dalam Ekspo Perguruan Tinggi XXVIII SMAK Kolese Santo Yusup Malang. 

Tetap Bersemangat! 

Penulis adalah guru matematika SMAK Kolese Santo Yusup Malang

Foto: Dokumen SMAK Kolese Santo Yusup Malang

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments