Depoedu.com-Melihat kecenderungan sekarang anak–anak sudah sangat lekat dengan gadget terkadang kita sebagai pendidik sering bertanya tanya, kapan mereka belajar. Bahkan juga bertanya pernahkan mereka membaca, apakah itu digital sesuai dengan yang ada di tangan mereka sehari hari?
Terbersit dalam benak seberapa jauh kemampuan literasi mereka dengan semakin tingginya penggunaan gadget sehari–hari, dan bukan rahasia umum, anak–anak lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain game.
Bagi para pelaku pendidikan, terutama para guru, prihatin dengan kondisi anak sekarang yang minat membaca, literasi kurang. Literasi bukan sekedar anak mau membaca atau seberapa banyak yang sudah dibaca, berapa lama mereka membaca?
Menurut Education Development Center, literasi lebih menekankan pada kemampuan individu dalam menggunakan seluruh kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, bukan sekedar mampu membaca dan menulis.
Banyak manfaat apabila setiap anak memiliki kemampuan literasi yang baik, terutama manfaat dalam kehidupan sehari–hari.
Beberapa langkah atau cara untuk bisa meningkatkan kemampuan literasi pada anak masa sekarang. Memotivasi anak/siswa untuk ber literasi digital memanfaatkan gadget untuk mencari informasi sesuai tema atau topik yang sudah ditentukan.
Dari hal yang sederhana, materi yang disenangi atau digemari anak–anak yang kemudian untuk memahami konteksnya, bukan sekedar membaca saja.
Baca juga : Merawat Idealisme dan Kebebasan Berpikir: Menjaga Jiwa Pendidikan dari Reduksi Teknis
Membuat catatan kecil atas apa yang mereka baca, catatan ini bisa dalam bentuk point–point penting atau mereka juga bisa membuat kata kunci “key word” tentang apa yang didapatkan dari literasi.
Jika sudah terbiasa memiliki poin penting atas apa yang mereka baca, maka mereka bisa belajar memahami dan juga mengembangkan dari apa yang didapatkan dari literasi.
Memberikan waktu bagi anak / siswa untuk eksplore materi sendiri sekitar 15 hingga 30 menit dengan gadget-nya atau buku paket. Biasanya mereka akan lebih senang dengan menggunakan gadget atau buku digital (e-book). Beri waktu pada setiap anak untuk mengungkapkan kembali informasi yang mereka dapatkan menggunakan bahasa mereka sendiri.
Selanjutnya, perlu dibuat pertanyaan–pertanyaan dari informasi yang mereka dapatkan dalam literasi. Pertanyaan ini lebih untuk mendalami informasi yang mereka dapat, tentang benar tidaknya informasi, bagaimana dapat mengembangkan informasi atau yang lainnya. Anak akan terbiasa menggunakan logika dan juga pola pikir kritis pada saat berliterasi.
Selain itu, diperlukan kolaborasi dengan mata pelajaran yang lain, memanfaatkan teknologi misalnya mata pelajaran komputer (Teknologi Informatika dan Komputer). Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi anak berkreasi dan kreatif untuk mengungkapkan kembali informasi dari literasi.
Di sekolah, literasi membantu anak dalam pemahaman materi pelajaran, memungkinkan anak memahami, menganalisis dan juga mengevaluasi. Melalui proses ini diharapkan anak bisa menghasilkan karya tulis yang memiliki kualitas tinggi.
Semakin banyak informasi yang kita dapatkan maka bisa melatih kepekaan terhadap orang lain maupun lingkungan sekitar. Lebih terbuka terhadap hal-hal baru yang ada di dalam masyarakat.
Baca juga : Rayakan Hari Kartini, Sekolah Strada Bhakti Nusa Villa Melati Mas Selenggarakan Lomba Peragaan Busana Daerah
Literasi memberikan dampak positif bagi perkembangan otak, bisa melatih fokus dan konsentrasi, otak akan diajak untuk selalu bekerja lebih optimal.
Mereka yang memiliki kemampuan literasi tinggi dapat konsentrasi dan fokus dalam menangkap dan memahami suatu informasi. Pola berpikir kritis juga bisa diperoleh dari kebiasaan berliterasi.
Misalnya dengan mulai bertanya tentang informasi yang didapat, memilah dan memilih informasi yang penting, memastikan benar atau tidaknya suatu informasi. Dengan demikian, berliterasi membantu anak untuk bisa mengambil keputusan dengan lebih baik dan bijak.
Literasi bisa membuat kita keluar dari “zona nyaman” apa yang ada dalam diri dan masuk dalam pengetahuan yang sangat luas. Bukan lagi sekedar “Buku Jendela Dunia” tetapi “Literasi Pintunya Dunia”.
Kebiasaan berliterasi memberikan banyak perbendaharaan kata, mudah dalam menyampaikan suatu pendapat dengan baik.
Mempunyai banyak pilihan kata dalam menulis maupun berbahasa verbal, mampu menyusun kata-kata dengan baik dan benar. Jangka panjang bisa membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, sopan dan ramah dalam berinteraksi atau berkomunikasi.
Maka mereka pun akan membuat konten yang baik dan benar di media sosial, yang bisa dipertanggungjawabkan. Mereka akan menemukan banyak peluang pekerjaan yang ditawarkan dalam berbagai media online, informasi mengenai pekerjaan ataupun membuka lapangan pekerjaan sendiri.
