Depoedu.com-Beberapa pekan terakhir di bulan Januari ini, cuaca ekstrem terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hujan deras berdampak pada terjadinya genangan dan banjir di beberapa titik lokasi yang menyebabkan terputusnya akses yang mengganggu aktivitas masyarakat. Menurut BPBD DKI Jakarta, cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai akhir Januari.
Menyikapi prediksi dari BPBD DKI, Dinas Pendidikan DKI melalui Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 (SE No 9) menganjurkan sekolah di wilayah DKI Jakarta melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Setiap kepala sekolah berkoordinasi dengan dinas terkait dalam PJJ ini sehingga esensi pendidikan dan pembelajaran tetap berjalan lancar.
Mengutip https://disdik.jakarta.go.id/ tentang regulasi dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, maka disampaikan hal sebagai berikut
1) Satuan pendidikan agar menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
2) Kepala satuan pendidikan melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh serta memberikan alternatif pembelajaran apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dengan berkoordinasi kepada Suku Dinas Pendidikan atau Dinas Pendidikan.
Baca juga : Diduga Hampir 50 Persen Anggota DPR Periode 2024-2029 Berpendidikan SMA ke Bawah
3) Kepala satuan pendidikan melakukan komunikasi secara intensif kepada orang tua/wali dan warga satuan pendidikan terkait proses pembelajaran jarak jauh.
4) Edaran ini berlaku sampai dengan tanggal 28 Januari 2026.
SE No 9 berlaku dari Kamis, 22 sampai Rabu, 28 Januari 2026. Diharapkan pelaksanaan pembelajaran di sekolah disesuaikan dengan kondisi wilayah masing– masing. Jika akses ke sekolah belum bisa, tetap PJJ sampai hari Rabu. Akan tetapi jika sudah memungkinkan, maka diperbolehkan pembelajaran tatap muka.
Yayasan Tarakanita, berdasarkan SE No 9 juga menyikapi dengan melihat kondisi, situasi, serta akses untuk sampai ke sekolah. Maka untuk kegiatan pembelajaran hari ini dilaksanakan secara daring (PJJ).
Misalnya di Sekolah Tarakanita Blok Pluit, pada hari Jumat 23 Januari dilaksanakan PJJ karena di beberapa tempat terputus akses untuk menuju sekolah.
Melihat kondisi di wilayah Jabodetabek yang masih ada beberapa titik banjir, Yayasan Tarakanita memberikan “kelonggaran” bagi guru dan karyawan.
Baca juga : Studi Ini, Memberi Pesan Bagaimana Orang Tua Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab dan Kemandirian Pada Anak
Jika akses ke sekolah masih bisa dilalui maka karyawan tetap masuk menjalankan tugasnya di sekolah. Bagi guru karyawan yang tidak ada akses ke sekolah diperbolehkan bekerja dari rumah (Work from Home).
Mengutip surat edaran dari yayasan “bagi karyawan yang tidak bisa ke sekolah karena terkendala banjir, maka menjalankan pekerjaan dengan WFH. Bagi karyawan yang bisa datang ke sekolah, diharapkan tetap menjalankan pekerjaan dari sekolah.”
Kebijakan PJJ ini tentu saja dengan pertimbangan demi kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan para karyawan sekolah. Dan tentu saja juga menjaga kesehatan dan keselamatan siswa dalam proses pembelajaran dan pendidikan di tengah cuaca ekstrem yang melanda Jakarta.
Kebijakan kegiatan pembelajaran hari ini (Senin, 26 Januari), melihat kondisi mulai berangsur pulih dan akses menuju sekolah bisa dilalui maka Yayasan Tarakanita melakukan pembelajaran tatap muka.
Hari ini Sekolah Tarakanita Blok Pluit masuk seperti pembelajaran biasanya dan juga kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai jadwal setelah pulang sekolah. Harapannya kondisi cuaca mulai membaik sehingga semua aktivitas tidak terganggu, bisa berjalan lancar dan kondusif termasuk di sekolah.

[…] Baca juga : Sikapi Cuaca Ekstrem, Sekolah di DKI Jakarta Boleh Lakukan PJJ […]