Depoedu.com-Dewasa ini, perkembangan sungguh luar biasa terjadi di segala sisi, salah satunya di bidang teknologi. Sebagai contoh mobil listrik, kecerdasan buatan, dan pengelolaan data yang cepat serta dapat diakses di mana saja. Hal tersebut memungkinkan kita untuk dapat menguasai informasi-informasi penting.
Berbicara mengenai informasi penting dan data, di zaman sekarang salah satu keterampilan yang penting dimiliki adalah memahami angka (data) dan mampu memanfaatkannya.
Keterampilan dalam matematika, saat ini bukan lagi sekadar bisa menghitung tetapi juga mampu menggunakannya untuk memecahkan permasalahan di kehidupan sehari-hari.
Dalam perkembangannya, saat ini seluruh dunia melakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan kemampuan matematika, membaca dan sains. Begitu juga dengan Indonesia, Indonesia berusaha melakukan perbaikan untuk meningkatkan kemampuan matematika, membaca dan riset.
Hasilnya, dari PISA 2022, Indonesia menduduki peringkat 69 dari 80 negara. Dengan perbaikan di kurikulum dengan penguatan Literasi dan Numerasi, Indonesia mengalami perubahan dengan mengalami peningkatan 5-6 peringkat.
Meskipun demikian, hasilnya tidak merubah kenyataan bahwa kemampuan matematika, membaca dan riset siswa di Indonesia dibandingkan negara lain masih rendah.
Situasi ini memerlukan perubahan besar dan memunculkan ide-ide kreatif di bidang pendidikan, khususnya bidang matematika, yang merupakan kunci utama dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis.
Perkembangan teknologi bagai pisau bermata dua, ada sisi positif dan negatif. Salah satu nya adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang sering disingkat AI.
Perkembangan AI dari tahun ke tahun dan pertumbuhan dalam penggunaannya, telah membuka pintu lebar bagi dunia pendidikan untuk berkembang sesuai zamannya.
Penggunaan AI tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi, namun juga telah membuka ruang baru bagi perubahan pembelajaran matematika, sehingga lebih kontekstual, personal, dan bermakna. Hubungan antara matematika dan AI sebenarnya bersifat timbal balik.
Baca juga : SD dan SMP Tarakanita Blok Pulo Raya Gelar Seminar Parenting
Di satu sisi, ilmu matematika adalah pondasi dasar dari awal terbentuknya kecerdasan buatan karena semua tentang algoritma, statistik, dan pemikiran logis.
Di sisi lain, AI dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk membantu siswa memahami konsep matematika abstrak melalui visualisasi, simulasi, dan pembelajaran adaptif yang menyesuaikan dengan kemampuan individu.
Dengan bantuan AI, guru juga dapat menciptakan pembelajaran adaptif yang memungkinkan siswa belajar menyesuaikan kecepatan, kemampuan dan cara belajar mereka sendiri.
Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan menawarkan berbagai kelebihan yang dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas proses pembelajaran (Baidoo-anu & Owusu Ansah, dalam Anam, 2025). Maka sesungguhnya teknologi ini dapat digunakan oleh kedua pihak, yakni guru dan siswa.
AI dapat membantu memeriksa cara siswa belajar, memberi mereka umpan balik instan, dan menyarankan latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing masing.
Selain itu, chatbot atau bantuan virtual yang didukung AI juga dapat membantu siswa dalam menangkap ide, menjawab pertanyaan, dan menawarkan klarifikasi tambahan ketika mereka menemui hambatan.
Guru juga dapat menggunakan AI untuk menganalisis data hasil pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan umum, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
AI juga memungkinkan pembelajaran matematika di masa depan menjadi lebih interaktif dan menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Siswa dapat memahami bentuk dan pola 3D dalam statistik melalui simulasi dan visual, atau melihat bagaimana penyesuaian mengubah grafik secara real-time.
Dengan bantuan AI, pembelajaran matematika sekarang tidak lagi terasa kaku dan menakutkan, namun menjadi sarana eksplorasi yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
AI dapat memberikan pengalaman belajar kontekstual, di mana siswa tidak hanya mempelajari rumus, namun juga memahami maknanya dalam konteks dunia nyata.
Baca juga : Selebrasi Linuris Dalam Gebyar Harmoni Sekolah Tarakanita Surabaya
Kegunaan AI dalam pembelajaran matematika tidak hanya untuk membantu meningkatkan keterampilan berhitung siswa tetapi juga dapat membantu siswa mempertajam keterampilan berpikir kritis dan analitis, karena mereka terbiasa memikirkan informasi secara logis sebelum mengambil keputusan.
Penerapan AI di bidang pendidikan juga tidak lepas dari tantangan dan hambatan. Hal yang menjadi sorotan utama adalah kecanduan teknologi sehingga dapat menyebabkan kehilangan hal-hal sosial dan emosional yang sangat penting dalam pembelajaran.
Terdapat tujuh tantangan, dengan frekuensi tantangan yang paling banyak disebutkan adalah masalah keakuratan informasi, kemudian adanya etika akademik dan plagiarisme, kesenjangan teknologi, masalah privasi, serta internet (Supriyono, 2024).
Peran guru sangatlah penting dan tidak dapat digantikan oleh AI. Hal ini dikarenakan guru memiliki peran sebagai fasilitator, pembimbing dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pembelajaran yang tidak dapat digantikan oleh AI.
Guru yang memiliki kemampuan literasi digital baik akan mampu memanfaatkan AI sebagai alat yang efektif, tanpa kehilangan esensi hubungan antar manusia dalam proses pembelajaran.
Sehingga Integrasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia akan menghasilkan pembelajaran yang utuh–rasional dan humanistik.
Hal ini sesuai dengan kesimpulan yang disampaikan Sabariah (2024) bahwa penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan memberikan dukungan signifikan bagi guru, termasuk dalam personalisasi pembelajaran, automasi tugas administratif, dan deteksi kesulitan belajar siswa.
AI memungkinkan materi ajar disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa, sehingga setiap siswa dapat belajar dengan cara yang paling efektif. Selain itu, AI dapat mengotomatisasi tugas penilaian dan memberikan umpan balik instan, memungkinkan guru untuk lebih fokus pada interaksi dengan siswa.
Sinergi matematika dan AI membuka peluang besar dalam mengembangkan literasi numerasi di Indonesia. AI dapat menjadi mitra yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih cerdas, adaptif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.
Dengan menggunakan teknologi secara bijak dan etis, kita dapat menjadikan pelajaran matematika lebih menarik, relevan, dan menggugah pikiran, membantu siswa unggul tidak hanya dalam menghitung angka, tetapi juga dalam berpikir cerdas, logis, dan mendalam.
Kerjasama antara manusia dan teknologi inilah yang akan menghasilkan sekelompok pelajar baru yang mengetahui data mereka, paham teknologi, dan siap menghadapi apapun yang terjadi di dunia digital.
Penulis adalah Guru SMP Sint Carolus Tarakanita Bengkulu
Daftar Pustaka
Sabariah, Dkk. 2024. Pemanfaatan AI dalam pengajaran dan pembelajaran. Surabaya. https://journal.stiem.ac.id/index.php/resona/article/viewFile/2288/957
Supriyono, Dkk. 2024. Dampak dan Tantangan Pemanfaatan ChatGPT dalam Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Tinjauan Literatur Sistematis. Jember.
https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/view/5214/663
Anam, Dkk. 2025. Tren dan Tantangan Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan: Analisis Artikel pada Jurnal Terakreditasi Nasional. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan

[…] Baca juga : Matematika dan AI: Kemitraan Baru dalam Meningkatkan Keterampilan […]