Depoedu.com-Yayasan Tarakanita pada hari Sabtu, 24 Mei 2025 mengadakan perayaan ekaristi pemberkatan pemasangan rafter atap gedung SMA Tarakanita 2 Jakarta yang dipimpin oleh Romo Marius Lami, CP.
Pemasangan rafter atap gedung “Munggah Molo” (Jawa) suatu proses penting dalam pembangunan gedung, terutama dalam tradisi masyarakat terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Munggah Molo sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam kehidupan masyarakat, suatu kearifan lokal bermakna, bernilai menjunjung tinggi adat dan tradisi. Tradisi memiliki nilai–nilai luhur yang masih sesuai dengan kehidupan sekarang, makna yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.
“Munggah Molo” harus dilalui dalam proses pembangunan, sebagai rasa syukur dan permohonan kepada Tuhan untuk kelancaran serta keselamatan, kata pengantar dari kepala sekolah SMA Tarakanita 2 Jakarta, Fransiskus Asisi Suyono, S.FK., sebelum perayaan ekaristi.
Pembangunan gedung sekolah salah satu upaya dalam menyediakan fasilitas dan untuk kelancaran proses pendidikan bagi para siswa, demi kemuliaan Tuhan dan pengabdian kepada sesama dengan tulus dan ikhlas.
Baca juga : SD Santo Yosef Tarakanita Surabaya Raih Silver Medal di Fespa Ubaya ke-10
Dalam khotbah pada perayaan ekaristi kali ini Romo Marius mengawali dengan pesan yang mendalam, “Yesus ahli dari segala ahli tukang bangunan”. Yesus merupakan sumber segala sumber kepandaian yang dimiliki oleh setiap manusia, patutlah kita bersyukur kepada-Nya.
Pembangunan gedung yang baik, kokoh sempurna, dan bermanfaat, serta membawa berkah bagi sesama, terutama anak–anak yang dipercayakan kepada sekolah SMA Tarakanita 2.
Para siswa, sebuah bangunan kosong yang harus diisi oleh para guru untuk menjadi siswa yang memiliki kepribadian yang beriman, cerdas berintegritas, berbelarasa. Guru merupakan tukang bangunan yang benar–benar ahlinya bagi para siswa, tegas Romo Marius.
Dua hal penting yang disampaikan dalam perayaan ekaristi, bangunan dalam makna suatu gedung yang dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh komunitas SMA Tarakanita 2 Jakarta. Bangunan juga bermakna sebagai seluruh siswa yang akan dibentuk dalam seluruh aspek kepribadian oleh para guru dan karyawan, selama proses pendidikan.
Ketua Yayasan Tarakanita Sr. Brigitta CB dalam sambutannya mengharapkan pembangunan gedung dapat membantu mempersiapkan para siswa dalam proses pembelajaran untuk masa depan mereka.
Baca juga : SMA Tarakanita 2 Jakarta Expresikan Kebhinekaan Indonesia
Bukan hanya sekedar bangunan saja akan tetapi bagaimana para guru dan karyawan terlibat langsung dalam pembentukan kepribadian siswa, seperti yang sudah disampaikan dalam khotbah romo dalam perayaan ekaristi. Menjadi siswa yang berkepribadian utuh.
Lebih lanjut, pembangunan merupakan sarana untuk seluruh karyawan di blok Pluit untuk bersinergi bersama, berkolaborasi sebagai satu kesatuan, mengembangkan Tarakanita Blok Pluit. “Berkembang dan terus maju membangun para siswa, selamat untuk SMA Tarakanita 2 Jakarta,” tegas Sr. Brigitta CB.
Prosesi perayaan ekaristi dilanjutkan dengan pemberkatan perlengkapan syarat (“Ubo rampe”) “Munggah Molo” dilanjutkan dengan pemberkatan rangka atap di gedung baru SMA Tarakanita 2 Jakarta.
Dihadiri perwakilan dari kantor yayasan pusat, seluruh guru karyawan SMA Tarakanita 2, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah TK, SD, SMP Tarakanita blok pluit, kontraktor, ketua RT RW Pluit terlaksana dengan lancar dan khidmat.
