Depoedu.com-Pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia adalah seorang Paus. Paus dipilih dari antara para Kardinal. Kardinal adalah Uskup yang mewakili sebuah wilayah, yang secara khusus diangkat oleh pimpinan gereja, yang memiliki hak suara untuk memilih Paus, dan mempunyai hak untuk dipilih menjadi Paus.
Sedangkan Uskup dalam Gereja Katolik modern, adalah pasti seorang Pastor yang ditahbiskan dengan sakramen imamat kudus Gereja Katolik. Seorang pastor akan menjalani hidup imamat bukan hanya di sekitar altar. Sang Imam harus terjun ke tengah masyarakat untuk melayani umat di antaranya melalui pekerjaan.
Oleh karena itu, diperlukan berbagai proses untuk mematangkan berbagai aspek kepribadian seorang calon pastor/imam. Mulai dari aspek rohani, aspek emosional, aspek intelektual, aspek hidup sosial dan komunitas, juga aspek kompetensi dan keahlian.
Untuk memenuhi kriteria tersebut, seorang Pastor/Imam memerlukan proses pendidikan yang panjang, mulai dari empat tahun di seminari menengah, dilanjutkan dua tahun di novisiat, dilanjutkan dengan studi filsafat selama empat tahun hingga menamatkan studi strata 1 Filsafat. Setelah itu, masih harus menjalani satu tahun orientasi pastoral.
Pada saat orientasi pastoral ini, seorang calon imam harus terjun ke tengah-tengah masyarakat dan menjadi pelayan umat di tengah-tengah masyarakat. Setelah proses ini, sang calon imam melanjutkan studi selama dua tahun untuk belajar Teologi untuk menyelesaikan studi strata 2 Teologi.
Setelah menyelesaikan studi Teologi, seorang calon imam ditahbiskan menjadi Diakon, dan menjalani proses persiapan selama 5-6 bulan sebelum memutuskan untuk ditahbiskan menjadi seorang Imam. Melalui proses ini seorang imam Katolik dibentuk, diuji, dimatangkan, sebelum seorang calon imam sungguh memilih ditahbiskan menjadi Imam.
Seperti itu jugalah persiapan dasar Kardinal Robert Francis Prefost OSA atau Paus Leo XIV ketika menyiapkan diri menjadi Imam Katolik. Selanjutnya tulisan ini secara khusus hendak menelusuri profil pendidikan Paus Leo XIV.
Baca juga : Kolaborasi Edukatif : SMA Tarakanita Magelang dan USD Terapkan STEAM dalam Pembelajaran
Profil pendidikan Paus Leo XIV
Saya tidak banyak menemukan informasi tentang bagaimana Paus Leo XIV menjalani pendidikan dasarnya di sekolah dasar. Ia menempuh pendidikan dasar di dekat Riverdale. Tidak banyak informasi tentang bagaimana Paus Leo XIV di sekolah dasar.
Sebagai anak yang tumbuh dalam keluarga Katolik yang taat, selain menjalani pendidikan formal di sekolah, ia tumbuh di gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga di Riverdale. Di paroki ini, ia aktif menyanyi di paduan suara anak-anak dan aktif bertugas sebagai misdinar.
Sejak di sekolah dasar, Paus Leo XIV memang telah bercita-cita menjadi imam. Di rumahnya, ia bersama teman-temannya dan kedua kakaknya, Louis Martin dan John Joseph, sering bermain misa-misa-an, di mana Paus Leo XIV selalu berperan sebagai pastornya.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar (SD dan SMP), pada tahun 1969 masuk Sekolah Menengah Atas di Seminari Menengah Santo Agustinus di Saugatuck, Michigan Amerika Serikat. Sejak masuk seminari dan bergabung dengan Ordo Santo Agustinus, ia jarang kembali ke rumah dan bertemu dengan keluarganya.
Selama menempuh pendidikan di Seminari Augustinian, Paus Leo XIV selalu memperoleh surat pujian karena keunggulan akademis. Selain itu, ia selalu muncul dalam daftar kehormatan yang dikeluarkan oleh sekolah. Satu jabatan semasa seminari menengah yang ia kenal adalah pemimpin redaksi buku tahunan.
Pada tahun 1973 Paus Leo XIV menyelesaikan pendidikan menengahnya di Seminari Santo Agustinus. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Villanova di Pennsylvania, sebuah universitas Katolik Agustinian. Di sini ia belajar Matematika dan Filsafat, dan memperoleh gelar Sarjana Sains tahun 1977.
Selama di universitas, Paus Leo XIV aktif di senat mahasiswa universitas dan menjadi sekretaris dewan mahasiswa. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam pelatihan pidato dan debat, bahkan mengikuti kompetisi debat.
Baca juga : Tantangan dan Peluang Guru Mendidik Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045
Setelah lulus sarjana, pada tanggal 1 September 1977 ia masuk Novisiat Ordo Santo Agustinus (OSA), dan pada 2 September tahun 1978, ia mengucapkan kaul pertamanya. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1981 ia mengucapkan kaul kekalnya.
Pada tahun 1979, ia belajar Teologi di Catholic Theological Union di Chicago dan menyelesaikan studi Teologinya tahun 1981. Selama masa studi Teologinya, ia juga mengajar Fisika dan Matematika di SMA Santa Rita dari Cascia di Chicago.
Oleh atasannya pada akhir tahun 1981 ia kemudian juga dikirim untuk belajar Hukum Kanonik di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma. Dan pada masa studi tersebut ia ditahbiskan sebagai imam pada 19 Juni 1982.
Dua tahun kemudian ia dinyatakan lulus dan memperoleh licenciat Hukum Kanonik tahun 1984, menyusul pada tahun 1987 memperoleh gelar Doktor Hukum Kanonik setelah mempertahankan disertasinya dengan judul: ”Peranan Pemimpin Lokal dalam Ordo Santo Agustinus”.
Kombinasi pendidikan di bidang Sains, Filsafat, Teologi dan Hukum Kanonik menjadikan Paus Leo XIV memiliki wawasan yang luas dan komprehensif seperti dilansir Vatikan News. “Kombinasi pendidikan Matematika, Filsafat, Teologi dan Hukum Gereja, membentuk cara pandang saya dalam memahami iman dan dunia,” kata Paus Leo XIV.
Itulah latar belakang pendidikan Paus Leo XIV. Ia selalu menyerukan persatuan. Ia menyatakan Gereja Katolik akan menyambut semua pihak yang memiliki nilai, berkemauan baik dan menolak kebencian serta perpecahan.
Foto: PKB
