Depoedu.com-Bagi anak, hari libur adalah hari yang menyenangkan, di mana anak bebas melakukan apapun yang dia mau lakukan. Bisa bangun pagi lebih siang, bisa bermain apapun yang dia mau mainkan, tidak harus mengerjakan tugas sekolah yang bisa jadi sulit diselesaikan sehingga membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan.
Oleh karena itu, jadwal libur ditunggu oleh semua anak sekolah. Selama libur semua anak menikmati, jadi anak merdeka. Bisa bangun pagi lebih siang. Tidak harus mengerjakan tugas sekolah, bisa bermain game kesukaan. Bisa bermain ke tempat teman, atau teman diizinkan main-main ke tempat kita oleh orang tuanya.
Situasi libur ini benar-benar mengubah ritme kebiasaan anak yang jika bertahan sampai anak kembali ke sekolah, anak akan kesulitan menghadapi keharusan untuk disiplin, keharusan untuk menyelesaikan tugas sekolah, keharusan untuk menahan diri melakukan yang disenangi. Anak pasti mengalami masalah.
Oleh karena itu, orang tua harus membantu menyiapkan anak untuk kembali kepada ritme kebiasaan baik sebelumnya yang anak butuhkan, agar ia dapat efektif melakukan semua kewajibannya dengan senang hati, terutama pada hari-hari awal masuk sekolah kembali. Ini akan menentukan bagaimana anak akan menjalani hari-hari sekolah selanjutnya.
Berikut ini hal-hal yang dilakukan oleh orang tua dan anak, untuk mengembalikan anak pada ritme baik yang anak miliki sebelum ia libur lebaran:
Kembalikan ritme jam tidur anak
Biasanya satu hal yang berubah selama anak libur adalah jam tidur anak. Orang tua biasanya mengizinkan anak untuk tidur lebih larut malam. Kebiasaan ini berdampak pada waktu jam bangun pagi anak. Anak jadi bangun tidur lebih siang.
Baca juga : Ternyata Gelar Sarjana Belum Menjamin Mudah Dapat Pekerjaan
Jika ritme ini tidak diubah, pada saat masuk sekolah kembali, anak akan sulit bangun pagi dan akan dapat menyebabkan anak terlambat datang kesekolah dan menyebabkan anak bermasalah dalam hal disiplin sekolah.
Oleh karena itu, beberapa hari menjelang anak kembali ke sekolah, ritme tidur malam perlu dikembalikan ke ritme sebelum libur, sehingga anak bisa memiliki jam tidur yang cukup, yang berdampak pada bangun paginya. Anak bisa bagun pagi, sehingga tidak terlambat ke sekolah.
Pastikan tugas sekolah dikerjakan selama liburan
Biasanya, di sekolah-sekolah yang bagus, selama libur anak tetap diberi tugas yang relevan oleh gurunya. Orang tua harus memastikan agar tugas ini dikerjakan anak selama ia menjalani liburannya.
Jika tugas diselesaikan dengan baik selama libur, anak tidak akan mengalami hambatan psikis untuk kembali ke sekolah. Oleh karena itu, di awal libur harusnya orang tua sudah meminta anak merencanakan pengerjaan tugas tersebut dan memastikan tugas tersebut dikerjakan.
Banyak anak memiliki hambatan psikis untuk masuk kembali ke sekolah karena tugas selama liburan tidak dikerjakan. Maka orang tua perlu memastikan agar tugas tersebut dikerjakan anak selama ia menjalani liburan, bahkan di awal liburan.
Ngobrol dengan anak tentang liburannya
Semua anak memiliki aneka keinginan berkaitan dengan liburan yang ia jalani. Karena berbagai keterbatasan, ada keinginan yang terlaksana dan ada yang tidak terlaksana. Kadang-kadang hal yang tidak terlaksana dijadikan ganjalan oleh anak yang menghambatnya untuk kembali ke sekolah.
Baik kalau ngobrol tentang liburan ini dilakukan orang tua dan anak di awal liburan dan di akhir liburan. Sehingga jika ada keinginan yang tidak terlaksana, padahal realistis, orang tua bisa merencanakan kembali pemenuhannya pada jadwal libur berikut, setelah libur Idul Fitri.
Baca juga : Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di dunia. Ini Yang dilakukan Pemerintah Finlandia
Misalnya dapat dipenuhi pada salah satu hari Minggu setelah libur Idul Fitri. Atau ada libur Hari Raya Wafat dan Kebangkitan Isa Almasih pada tanggal 18-20 April 2025. Ngobrol dengan anak untuk konteks ini bertujuan menghilangkan keberatan anak yang berpotensi menghambat anak secara psikis untuk masuk sekolah kembali setelah libur panjang.
Siapkan perlengkapan sekolah
Ini dapat dilakukan sehari sebelumnya. Semua perlengkapan sekolah mulai dari pakaian seragam dan perlengkapannya, buku, peralatan sekolah disiapkan dengan teliti minimal sehari sebelum masuk kembali ke sekolah. Ini diperlukan agar besok paginya anak dan orang tua dapat berangkat ke sekolah dengan suasana perasaan yang positif.
Jika berangkat dari rumah dengan perasaan yang positif karena semua disiapkan dengan baik, akan mempunyai sumbangan yang besar terhadap bagaimana anak bertemu dengan teman-teman dan gurunya setelah liburan. Ini menjadi modal sosial yang baik bagi anak.
Pastikan hari pertama yang berkesan
Hari pertama masuk setelah liburan menjadi berkesan, selain karena semua disiapkan dengan baik, akan menjadi sangat lengkap jika ayah, atau ibu, atau kedua-duanya menyempatkan mengantar anak ke sekolah. Apalagi menjemputnya setelah pulang sekolah.
Ini akan membuat anak merasa menjadi pusat perhatian keluarganya. Ini akan memberi kesan tersendiri bagi anak. Dan hari pertama setelah libur yang berkesan, karena disiapkan dengan baik, membuat anak masuk sekolah dengan suasana hati yang baik.
Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua agar anak kembali ke ritme belajarnya, seperti sebelum liburan.
Foto: Kumparan.com
