Dua Bocah Ini Viral karena Lapor Ibu ke Polisi dan Jual Ayah melalui Media Sosial

Family Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Anak-anak zaman sekarang sangat berbeda dengan anak-anak dari dua apalagi tiga generasi sebelumnya. Perbedaan tersebut menurut saya, terjadi karena akses anak-anak sekarang terhadap media sosial, membuat mereka memiliki banyak pengetahuan.

Hal-hal yang pada generasi sebelumnya hanya diketahui oleh orang dewasa, dari tindakan dan cara mereka menyelesaikan masalah, kita jadi mengetahui bahwa anak-anak ternyata memiliki banyak pengetahuan bahkan cukup kreatif menyelesaikan apa yang menurut mereka masalah.

Meskipun tindakan tersebut menurut kaca mata orang dewasa mungkin jauh dari bijaksana, namun cara menyelesaikan masalah seperti pada dua kasus berikut  menggambarkan loncatan berpikir anak-anak ini, yang tidak pernah muncul dari anak-anak pada generasi sebelumnya.

Kasus Cianjur, Anak SD Lapor Ibu ke Polisi

Seorang bocah di Kabupaten Cianjur berusia 7 tahun memaksa neneknya untuk mengantarnya ke kantor polsek setempat untuk melaporkan ibu kandungnya, lantaran ia kesal dengan ibunya karena ibunya tidak memberi uang Rp.100.000 yang ia perlukan, untuk membeli burung yang ia sukai.

Baca juga : Sekolah Muhammadiyah Harus Holistik Dan Integratif Untuk Menyiapkan Peserta Didik Sukses Dalam Tugas Kekhalifahan

Kata Kepala Polsek Cibeber, Kompol Aca Nana Suryadi, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (17/10/2023). Petugas yang menerima laporan anak ini, mencoba memberi pengertian, namun anak ini bersikukuh melaporkan ibunya. Bahkan meminta polisi memenjarakan Ibunya.

Anak ini menilai Ibunya pilih kasih, karena ia minta seratus ribu tidak dikasih, sementara adiknya dibelikan emas. Kata Aca Nana, sebelum mendatangi polsek, anak ini bertengkar dengan Ibunya di rumah.  Anak ini pun mengaku, dalam pertengkaran tersebut, dia dicubit Ibunya.

Oleh karena itu, selain melaporkan ketidakadilan Ibunya, anak ini juga mengadukan  Ibunya yang sudah melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadapnya. Polisi membutuhkan waktu satu jam untuk menasehati dan membujuk anak tersebut agar menghentikan niatnya,

Kata Aca Nana, dengan pendekatan humanis, anak ini akhirnya sadar dan mau meminta maaf pada Ibunya yang juga menyusul datang ke polsek Cibeber. Kesan Aca Nana, anak ini pintar, punya kemauan yang kuat. Jika dididik dengan baik, kelak anak ini bisa sukses.

Kasus Mumbai India, Anak SD Jual Ayah di X

Kesal sering dimarahi Ayahnya, anak perempuan berusia 8 tahun ini, memasang pengumuman menjual Ayahnya di akun media sosial X (twitter) miliknya seharga 37,5 juta rupiah.  Pengumuman tersebut berupa foto tulisan tangan anak tersebut.

Pada foto pengumuman yang ditulis dengan tangan tersebut tertulis harga jual ayah anak tersebut, serta himbauan bagi yang berminat untuk memencet bel guna memperoleh informasi lebih lanjut. Postingan tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.

Aksi ini, oleh warganet dianggap jenaka hingga mengundang gelak tawa. Tidak terkecuali Ayah anak ini, awalnya merasa diremehkan namun tidak membuatnya marah. Ia kemudian justru tertawa dan gemas membaca pesan  di media sosial tersebut.

Tweet yang diunggah pertama kali oleh akun @Malavtweets tersebut kemudian dilihat, disukai dan dibagikan ulang ribuan kali. Pada umumnya netizen mengangap pengumuman anak ini positif. Misalnya ada komentar netizen mengatakan; anak perempuan ini kreatif dan cerdik.

Baca juga : Robot Humanoid Berbasis AI Telah Menggantikan Kepala Sekolah Di Inggris ?

Yang lain mengatakan, ini cara ringan dan positif untuk mengekspresikan ketidakpuasan. Atau ada yang mengatakan, ini cara lucu anak-anak mengendalikan emosi. Atau, ini adalah solusi konflik yang imajinatif dengan sentuhan humor dari anak berumur 8 tahun.

Itulah dua kisah yang menggambarkan bagaimana anak-anak sekarang menyelesaikan konflik mereka dengan orang di sekitar mereka. Bukan soal benar salah tindakan mereka melainkan bagaimana orang dewasa melihat tidakan mereka.

Jika tindakan mereka dilihat secara positif, maka ada jalan untuk mendampingi mereka lebih baik, sehingga mereka bisa tumbuh lebih maksimal sebagai pribadi pada masa yang akan datang.

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments