Depoedu.com-Tradisi pada masa Adven di Kolese Santo Yusup adalah melakukan kegiatan rekoleksi sekaligus menutup kegiatan semester ganjil di setiap unit karya masing-masing.
Pada tahun 2025 ini kegiatan ini menjadi lebih istimewa, karena dilakukan bersama-sama semua unit karya se-Yayasan Kolese Santo Yusup dalam Rekoleksi dan Ziarah pada hari Jumat, 5 Desember dan Sabtu, 6 Desember 2025.
Karya dari Yayasan Kolese Santo Yusup di Kota Malang saat ini terdiri dari unit sekolah TKK Santo Yusup 3, Saint Joseph Montessori School, SDK Santo Yusup 2, SDK Santo Yusup 3, SMPK Kolese Santo Yusup 1, SMPK Kolese Santo Yusup 2, dan SMAK Kolese Santo Yusup 3.
Sedangkan unit pendukung terdiri dari Asrama Putra dan Putri SMA Kolese Santo Yusup, Asrama Putra SMP, Pusat Pembinaan Sawiran, Poliklinik Panti Rahayu, Kosayu Store, Hua Yi – Chinese Learning Center, dan Saint Joseph Montessori Center.
Sebanyak 280 Guru Karyawan mengikuti rangkaian Rekoleksi dan Ziarah dengan tema “Memaknai 75 tahun Kolese Santo Yusup sebagai Guru dan Karyawan yang Penuh Kasih” dengan pemandu materi adalah RD Yohanes Paulus Aang Winarko.
Kegiatan diawali dengan Misa bersama dengan konselebran utama RD Yohanes Paulus Aang Winarko, didampingi oleh Romo Romanus Sukamto, CDD. dan Pater Antonius Hermanto, CDD.
Baca juga : Dibuka Seleksi PPPK Tenaga Kependidikan untuk Sekolah Rakyat Tahun 2025
Ketua rekoleksi, Ibu Anastasia Mirah, S.Pd dari unit TK Santo Yusup 3 memberikan sambutan dengan penuh syukur bahwa Tuhan mempunyai cara untuk mempertemukan dan menyatukan kami semua dalam karya di Hua Ind.
Berkaitan dengan 75 tahun Hua Ind, bu Anas menyampaikan pentingnya acara rekoleksi ini adalah untuk menyadari bahwa Kosayu adalah bagian dari gereja dan kita diajak untuk kembali kepada Allah sebagai sumber kasih dalam diri Putra-Nya Yesus Kristus.
Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, Pater Agustinus Lie, CDD. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita diajak melihat kembali relasi kita dengan Tuhan yang tercermin melalui relasi kita dengan rekan kerja.
Beliau mengingatkan bahwa apapun tugas kita masing-masing, pasti akan memunculkan semangat yang berkobar-kobar karena kita semua dikasihi Tuhan melalui keluarga Kosayu yang memiliki semboyan tetap bersemangat.
Setelah sesi sambutan dan pembukaan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama per angkatan masuk kerja. Hal ini menjadi perhatian khusus untuk saling mengingatkan bahwa aku memiliki teman seperjuangan di Kosayu, meskipun karya kita di unit yang berbeda-beda.
Sesi foto angkatan paling senior adalah Guru Karyawan yang masuk kerja sebelum tahun 2000. Dengan kostum bebas nuansa warna biru kami menjadi angkatan paling sepuh yang tentu saja akan mewariskan jiwa tetap bersemangat melalui keteladanan kami dalam tugas sehari-hari.

Selanjutnya angkatan foto berikutnya adalah tahun masuk 2001–2006 dengan kostum nuansa hijau, tahun masuk 2007–2013 dengan kostum nuansa merah, tahun masuk 2014–2020 dengan nuansa kuning atau orange dan terakhir angkatan masuk 2021–2025 dengan nuansa warna ungu atau pink.
Pembawa acara Ibu Triana Wijayanti,S.Pd., Ibu Kristina Tri Mulyani, S.Pd dan Ibu Yohanna Vinia Dewi Puspita, S.Si., memberikan pengantar yang sangat menarik bahwa 75 tahun Hua Ind hadir sebagai tempat pendidikan yang bukan hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan hati yang penuh kasih.
Selama 75 tahun, bangunan boleh berubah, generasi boleh berganti, teknologi boleh melesat cepat, akan tetapi yang tetap terjaga di Kosayu adalah Cinta.
Cinta dari Romo yang mendampingi kami, cinta dari Bapak Ibu Guru yang setiap hari dengan sabar mendampingi anak-anak bertumbuh, dan cinta dari Bapak Ibu Karyawan yang memastikan setiap sudut sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, serta membahagiakan.
Di Kosayu inilah kita sedang menyambung cinta. Meneruskan apa yang sudah dirawat para pendahulu, dan mempersembahkan karya terbaik untuk generasi berikutnya.
Ibu Triana Wijayanti,S.Pd. juga mengingatkan bahwa rekoleksi kali ini menjadi momen bagi kita untuk memperbaharui semangat dalam mendidik, melayani, dan mengasihi dengan lebih tulus, lebih sabar, serta lebih penuh harapan.
Baca juga : Dibuka Beasiswa Politeknik Astra, Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku Setiap Bulan
Pada sesi pertama rekoleksi, Romo Aang mengajak kami untuk kembali belajar dari Sang Guru. Sosok Yesus adalah Guru terbaik. Yesus mampu membuat orang untuk tertarik, mendengarkan dan mengikutinya.
Guru tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi muridnya, akan tetapi menerima dan tetap mendidik semua murid yang dipercayakan kepadanya. Kondisi inilah yang akan menumbuhkan kesetiaan dan cinta akan tugas panggilannya.
Guru dipercaya oleh orang tua dan juga Pimpinan Yayasan untuk mendampingi anak muda. Tentu saja kepercayaan ini harus dijaga dengan baik melalui disiplin yang humanis akan tugas-tugas kita setiap hari.
Selanjutnya pada sesi kedua, Romo menyampaikan materi Profesional Guru Karyawan sebagai Tantangan dan Peluang. Profesional diartikan dengan mengerjakan tugasnya dengan kualitas terbaik.
Ketua panitia Ibu Anastasia Mirah, S.Pd menutup acara rekoleksi hari pertama dan menyampaikan bahwa pada hari kedua Sabtu, akan dilakukan kegiatan ziarah ke Gua Maria Puhsarang Kediri.
Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga Kosayu mampu menggali kembali dan menghayati semangat serta spiritualitas pendiri Yayasan Kolese Santo Yusup dan mencoba memaknai dalam konteks tugas pelayanan di masa kini.
Tetap bersemangat.
Penulis adalah Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Malang
Kontribusi Foto: Panitia Rekoleksi dan Ziarah Kolese Santo Yusup Malang

[…] Baca juga : Memaknai 75 Tahun Kolese Santo Yusup sebagai Guru dan Karyawan yang Penuh Kasih […]