Dari Sampah ke Sumber Sehat: Proyek Kokurikuler SMPK St. Isidorus Lewotala Ajarkan Hidup Sehat dan Go Green

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Siswa-siswi SMPK St.Isidorus Lewotala sukses membuktikan bahwa pembelajaran di luar kelas juga bisa menyenangkan sepadan dengan pembelajaran di kelas. Hal ini dibuktikan melalui proyek kokurikuler pembelajaran kolaboratif  bertema kebun kelas apotek hidup.

Projek ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang tanaman herbal, tetapi juga secara fundamental mengubah cara pandang mereka terhadap sampah dan keberlanjutan. Kegiatan kolaboratif ini menjadi model ideal untuk pendidikan berwawasan lingkungan yang aplikatif. 

Kegiatan ini secara langsung menjawab empat tujuan pembelajaran utama, menjadikan siswa aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan sehat serta pemanfaatan sampah plastik secara efisien.

Baca juga : Ajang Sinergi dan Kolaborasi : Terra Cup dan Tarki Fest 2025

Menumbuhkan Kesadaran Kesehatan Alami

Arni salah satu fasilitator proyek ini menyampaikan, “Proyek ini menekankan pentingnya Apotek Hidup sebagai langkah awal menuju kemandirian kesehatan keluarga. 

Siswa kini memahami bahwa tanaman seperti kunyit, jahe, dan lidah buaya memiliki khasiat obat yang dapat diperoleh langsung dari lingkungan sekitar, mengurangi ketergantungan pada obat kimia untuk keluhan ringan.”

Inovasi Daur Ulang sebagai Solusi Hijau

Aspek paling menarik dari kegiatan ini adalah penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sebelum menanam, para siswa dilatih untuk memanfaatkan berbagai barang bekas—mulai dari botol plastik dan wadah kemasan untuk disulap menjadi wadah tanam.

“Kami belajar bahwa sampah di rumah bisa menjadi media tanam yang keren. Selain menghemat biaya, kami juga ikut mengurangi timbunan sampah,” ujar Betriks salah satu siswa kelas 7B.

Baca juga : Bullying Masih Marak di Sekolah-sekolah Kita, Mari Belajar dari Singapura Bagaimana Mencegah Bullying

Menguasai Teknik Menanam dan Perawatan

Di bawah bimbingan para fasilitator, siswa secara langsung mempraktikkan teknik menanam yang benar, mulai dari menyiapkan media tanam, memindahkan bibit dengan hati-hati, hingga memahami jadwal penyiraman dan pemupukan. 

Kegiatan ini melatih keterampilan motorik dan tanggung jawab siswa dalam merawat makhluk hidup. Proyek Apotek Hidup  ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk memulai gaya hidup sehat. 

Proyek ini juga diharapkan membentuk sikap peduli lingkungan siswa, membuktikan bahwa kesehatan yang baik bisa dimulai dari sepetak kecil pekarangan taman sekolah. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments