Tantangan Pengelolaan Sekolah Muhammadiyah sebagai Institusi Pendidikan dan Ladang Ibadah

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan mengajarkan pentingnya pendidikan dan gerakan sosial bagi Umat Islam. Oleh karena itu, hingga kini ribuan sekolah dan ratusan perguruan tinggi telah didirikan di berbagai tempat. Kini tanggung jawab Muhammadiyah adalah meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan tersebut. 

Oleh karena itu, Muhammadiyah aktif melakukan pendidikan dan pelatihan di antaranya pendidikan dan pelatihan khusus pimpinan (Diksuspim) yang diselenggarakan di Regional 1 Sulawesi di kota Makassar pada 13-15 Juni 2025. Di sini berkumpul pimpinan lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk merumuskan tantangan bersama dan menggalang kolaborasi. 

Irwan Akib, pada kesempatan tersebut mengatakan sekolah Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan juga sebagai ladang untuk beribadah. Oleh karena itu, salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menghimbau  agar para pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah mengupayakan kesucian jiwa dalam mengelolanya. 

Irwan menegaskan, sejak dulu sekolah Muhammadiyah memiliki tantangan tersendiri. Untuk menjadi unggul dan bermutu memang tidak mudah. Namun di banyak tempat, dengan perjuangan yang luar biasa, dapat hadir sekolah unggul Muhammadiyah, sekaligus sekolah berkemajuan dan modern. 

Baca juga : Mengembangkan Potensi Diri Siswa Menuju Indonesia Emas 2045

Selanjutnya Profesor Pendidikan Matematika ini  menegaskan, sebagai sekolah berbasis keagamaan Islam, para pengelola sekolah Muhammadiyah membutuhkan keseimbangan antara akal dan jiwa yang suci, logika dan spiritual. Keseimbangan ini harus terus dijaga dan diupayakan. Ini tantangan yang tidak mudah di zaman ini. 

“Dalam mengelola sekolah kita harus ikhlas. Jangan hanya mengandalkan akal semata. Upayakan selalu kesucian jiwa. Perlu keseimbangan antara logika dan spiritualitas,” tegasnya. 

Di akhir pemaparannya, guru besar Matematika dari Universitas Muhammadiyah Makassar ini mengajak agar para pengelola selalu memiliki semangat ikhlas, memiliki visi yang kuat, kesediaan untuk solid bersinergi, sehingga sekolah Muhammadiyah mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi pusat keunggulan pendidikan nasional. 

Sementara itu, pembicara lain yakn Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi mendorong agar pengelola sekolah Muhammadiyah bekerja keras, berkolaborasi untuk mengembalikan keunggulan sekolah Muhammadiyah  di Indonesia Timur. 

Baca juga : SMK Negeri 1 Titehena Gelar Pentas Seni 2025

Lanjut mantan Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, orang tua murid zaman sekarang tidak hanya membutuhkan pendidikan yang terjangkau dan murah, namun mereka mulai lebih memilih pendidikan bermutu, untuk masa depan anak mereka. 

Oleh karena itu, kata Didik, sekolah Muhammadiyah selain melayani masyarakat kelas menengah ke bawah, juga harus bertransformasi untuk melayani masyarakat kelas atas. Mereka membutuhkan pendidikan yang bermutu untuk menyiapkan masa depan anak mereka. 

Oleh karena itu, dia mengajak para pengelola sekolah Muhammadiyah yang hadir untuk memperkuat kolaborasi, mengatasi tantangan dan permasalahan yang selama ini menghambat kemajuan sekolah, sekaligus memperkuat nilai-nilai dan jatidiri kemuhammadiyahan. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments