Depoedu.com-Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi seseorang yang sukses di masa depan? Namun, dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi sosok yang cerdas dan sukses, tentunya butuh cara yang tepat.
Dalam hal ini, orang tua memegang peran penting mengasuh anak sejak dini. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak. Akan tetapi, banyak orang tua yang tidak sadar dan kurang mengerti akan hal ini.
Ketidaktahuan orang tua tentang cara mendidik anak dengan baik menyebabkan anak-anak usia dini tidak mendapatkan pendidikan yang benar di dalam keluarga. Padahal, usia 0-8 tahun adalah usia emas untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan spiritual.
Lima Hal yang Hambat Kesuksesan Anak
- Tidak memberi perhatian cukup
Zaman sekarang banyak orangtua yang sibuk bekerja atau sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Sehingga mereka lupa untuk memberi perhatian yang cukup untuk anak.
Banyak orangtua yang menitipkan anak pada pengasuh, dan ini merupakan kesalahan. Jika anak dititipkan kepada pengasuh, tapi orang tua tetap memberikan perhatian yang cukup itu adalah hal yang wajar.
Akan tetapi bila anak dititipkan kepada pengasuh dan orang tua tidak memberi perhatian kepada anak dengan cukup, maka ini akan menjadi masalah.
Baca juga : SMA Ini Melakukan Study Tour Yang Paling Keren; Umrah Ke Mekah Selama 10 Hari
Anak-anak kecil sangat membutuhkan peran orangtua. Untuk mendidik anak, memberi pengarahan yang benar, membentuk perilaku anak menjadi baik, dan lainnya.
Apabila orang tua tidak ada di saat-saat anak lagi giat-giatnya bereksplorasi, maka anak akan mendapat didikan dari teman sebaya dan lingkungan sekitar yang belum tentu baik.
- Memberi uang saat nilai anak bagus
Saat nilai anak bagus, orang tua lebih baik tidak memberikan reward berupa uang atau semacamnya. Tindakan ini menjadikan orang tua terkesan hanya memberikan penghargaan saat nilai anak bagus.
Alhasil, potensi anak bisa melayu. Dalam hal ini, kata-kata yang tidak boleh dikatakan orang tua adalah “Ayah Ibu akan memberimu uang jika kamu mendapat nilai bagus.”
Ketimbang janji dan apresiasi berupa uang dan semacamnya, orang tua bisa mendukung anak dengan cara lain supaya bisa tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan positif.
- Membereskan masalah yang diperbuat anak
Penting bagi anak untuk belajar bertanggung jawab atas kesalahannya. Biarkan mereka mencoba menyelesaikan masalah mereka sendiri. Orang tua tidak boleh selalu menjadi tameng bagi anak. Adakalanya, orang tua hanya berperan sebagai penasihat ketika anak membutuhkan bantuan.
Baca juga : Menyelami Makna Idul Fitri Yang Sesungguhnya; Dari Ibadah Menjadi Akhlak
Hal ini mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, tidak lari dari kesalahan, dan tidak tergantung pada orang lain.
- Tidak membatasi keinginan anak
Bisnow mengatakan bahwa kata-kata seperti “Tidak boleh main sepulang sekolah sampai nilai kamu meningkat,” tidak boleh dikatakan kepada anak. Sebab, artinya orang tua telah memaksakan kehendak sendiri dan melupakan keinginan sang anak.
Seharusnya, orang tua bisa mendukung keinginan sang anak dalam bermain. Sebab, bermain adalah cara anak-anak bersosialisasi dan belajar membuat keputusan.
- Terlalu Memanjakan Anak
Biasanya orang tua akan membelikan hal-hal yang diinginkan anak dalam rangka menyalurkan kasih sayangnya. Namun, berdasar survei Bisnow, tindakan tersebut tidak baik dilakukan. Sebab, praktik ini menghambat anak belajar tentang konsep dan sikap.
Terkait membeli barang-barang keinginan anak, kata-kata yang tidak boleh dikatakan kepada anak dalam menunjukkan hal tersebut misalnya “Ayah Ibu memberi tambahan uang saku supaya kamu bisa membeli apapun yang kamu mau.”
Foto: kompas.com

[…] Baca juga : Lima Hal Yang Dapat Menghambat Kesuksesan Anak […]