Implementasi BAGJA pada Penerapan Model Pembelajaran Inovatif (Bagian Kedua dari Dua Tulisan)

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Tulisan ini adalah praktik baik penggunaan alur B-A-G-J-A sebagai langkah lanjutan dari prakarsa perubahan pemanfaatan model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. BAGJA adalah model manajemen perubahan yang merupakan akronim dari Buat pertanyaan utama, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi.

Ini adalah terjemahan bebas yang diadaptasi dari model 5D sebagai bagian dari Inkuiri Apresiatif (Define, Discover, Dream, Design, Deliver). Model perubahan ini pertama kali diperkenalkan oleh Cooperrider ke dalam langkah 4D Discover-Dream-Design-Deliver (Cooperrider & Whitney, 2005) yang kemudian dalam praktik-praktik selanjutnya tahapan Discover dipecah menjadi Define dan Discover (Cooperrider et.al, 2008)

Gambar 1. Tahapan BAGJA (gurusiana.id)

Sebagai sebuah model perubahan, BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi) dapat digunakan guru untuk mencapai visi pembelajaran di kelas. Visi pembelajaran dapat didekati dengan tujuan antara berupa prakarsa perubahan.

Prakarsa ini dapat dicapai dengan membuat tahapan BAGJA yang dimulai dengan: tahap pertama, Buat pertanyaan utama. Pada tahap ini, Di tahap ini, guru merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan pembelajaran yang diinginkan atau diimpikan.

Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini, guru mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di kelas serta pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut, misalnya guru mengecek pengetahuan awal yang dimiliki oleh peserta didik sebelum masuk kelas.

Baca juga : Pentingnya BAGJA Sebagai Sebuah Paradigma Perubahan Pembelajaran Di Kelas

Tahap ketiga, Gali Mimpi Pada tahap ini, dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di lingkungan pembelajaran, misalnya semua peserta didik mendapatkan nilai di atas KKM.

Tahap ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahap ini, guru dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi, misalnya menggunakan model pembelajaran inovatif (PI) untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, Guru memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, bagaimana model/ metode/ strategi pembelajaran dan seperti apa evaluasinya nanti demi mewujudkan visi pembelajaran.

Secara eksplisit pemanfaatan kerangka BAGJA dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut!

Prakarsa Perubahan: Penerapan Model Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik

Buat Pertanyaan Utama (B)

Pertanyaan utama dibuat untuk menentukan arah penyelidikan kekuatan/ asset/ potensi/ peluang

Pertanyaan :

Apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik?

Daftar Tindakan/ Penyelidikan :

· Bertukar pikiran dengan rekan sejawat tentang pengalaman mengajar IPA di kelas.

· Melakukan wawancara dengan narasumber.

· Membaca jurnal-jurnal ilmiah tentang model pembelajaran inovatif.

Ambil Pelajaran (A)

Pertanyaan di tahap ini adalah pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/ asset/ potensi/ peluang lewat kegiatan penyelidikan; mengidentifikasi/ mengapresiasi yang terbaik dari apa yang telah ada, menemukan ‘inti positif’.

Pertanyaan :

·    Siapakah rekan guru di sekolah yang pernah menerapkan model pembelajaran inovatif?

·    Keterampilan apa yang sudah saya miliki yang mendukung implementasi model pembelajaran inovatif?

Daftar Tindakan/ Penyelidikan :

·   Mencari contoh nyata penerapan model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

·   Mencari literatur tentang keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk bisa menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas IPA.

Gali Mimpi (G)

Diharapkan, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pada tahap ini dapat digunakan untuk menyusun narasi kolektif bilamana prakarsa perubahan telah terwujud, membuat bayangan, dan gambaran masa depan.

Pertanyaan :

·  Apa kebiasaan-kebiasaan baru yang akan terjadi ketika saya sukses menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas.

·  Bagaimana perasaan saya ketika sudah mampu mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di kelas?

·  Apa yang harus saya lakukan untuk terus menerapkan model pembelajaran inovatif di masa depan?

Daftar Tindakan/ Penyelidikan :

·   Membuat deskripsi sikap saya ketika berhasil menerapkan model pembelajaran inovatif.

·   Membagikan praktik baik ini kepada rekan guru yang lain.

·   Mengikuti seminar-seminar tentang penerapan model pembelajaran inovatif di kelas.

Jabarkan Rencana (J)

Pertanyaan di bagian ini diharapkan mampu mengidentifikasi tindakan konkret atau menjabarkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Pertanyaan :

Apa saja langkah-langkah yang bisa saya lakukan untuk menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas?

Daftar Tindakan/ Penyelidikan :

Membuat daftar kegiatan penerapan model pembelajaran inovatif di kelas.

 Atur Eksekusi (A)

Pertanyaan pada tahap ini diharapkan dapat menentukan siapa yang akan berperan dalam mengambil keputusan, memulai ‘budaya belajar yang apresiatif’ secara berkelanjutan; menyelaraskan interaksi setiap orang (unsur) terlibat (termasuk mengelola konflik/ risiko), memonitor/ mengambil pembelajaran dari proses yang telah dilakukan.

Pertanyaan :

·   Siapa yang bisa membantu saya menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas?

·   Kapan model pembelajaran inovatif diterapkan di dalam kelas?

·   Bagaimana menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas?

Daftar Tindakan/ Penyelidikan :

· Mengajar rekan sejawat untuk membantu saya menerapkan model pembelajaran inovatif di kelas.

· Mengatur jadwal mengajar secara baik.

· Mempelajari langkah-langkah penerapan model pembelajaran inovatif.

· Melakukan simulasi mandiri penerapan model pembelajaran inovatif

Baca juga : Peran Unit Kerja Bimbingan Dan Konseling Di Era Tanpa Penjurusan Di SMA

Dengan menerapkan pendekatan perubahan BAGJA ini ke dalam pembelajaran di kelas, guru diharapkan dapat beranjak dari cara berpikir defisit ke cara berpikir aset, menjadi tangguh, pantang menyerah, dan terus meningkatkan efikasi diri dalam memimpin dan mengelola perubahan.

Hal mana sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Lewis (2016), bahwa Inkuiri Apresiatif memungkinkan anggota komunitas sekolah/ kelas melakukan ko-kreasi langkah maju bersama yang berangkat dari kedalaman pemahaman akan makna/ inti kesuksesan dan sumber daya mereka sendiri sehingga visi yang ditetapkan dapat tercapai.

Penulis adalah Guru di SMP Negeri 2 Wulanggitang, Anggota IGI Flores Timur

Daftar Pustaka

Cooperrider, D. L., & Whitney, D. K. (2005). Appreciative inquiry: A positive revolution in change.  Berrett-Koehler Publishers.

Cooperrider. D, D. Whitney, & J. Stavros. (2008). Appreciative Inquiry Handbook for Leaders of  Change. Berrett-Koehler Publishers.

Lewis, S. (2016). Positive psychology and change: How leadership, collaboration and appreciative inquiry drive transformational results. Wiley Blackwell.

Foto:mutupendidikan.com

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Implementasi BAGJA Pada Penerapan Model Pembelajaran Inovatif (Bagian Kedua Dari Dua Tulisan) […]