Depoedu.com-Agar pendidikan anak menjadi efektif menumbuhkan dan mengembangkan anak, tidak hanya dibutuhkan orang tua yang kompeten mendidik anak, sekolah yang bagus, tetapi juga iklim pendidikan yang menunjang.
Iklim pendidikan tidak hanya menyangkut orang tua dan sekolah, namun berbagai faktor penunjang lain di dalamnya. Ada suasana aman, ada keadaan lingkungan yang bersih, ada kebijakan pemerintah yang mendukung.
Iklim pendidikan juga menyangkut kerja sama yang saling mendukung karena kesepahaman antara orang tua dan sekolah, tentang pentingnya Pendidikan.
Termasuk di dalamnya dukungan dari media masa, sehingga proses belajar anak lebih fokus, proses pendidikan dapat berjalan dan tujuan pendidikan lebih mudah terwujud.
Singkatnya, pencapaian tujuan Pendidikan: menumbuhkan dan mengembangkan anak, tidak dapat diupayakan orang tua sendiri, sekolah sendiri, melainkan melibatkan tanggung jawab banyak pihak.
Baca juga : Kurikulum Merdeka Belajar Dan Relevansinya Bagi Guru
Dengan kesadaran seperti itu, beberapa pihak baik mewakili pemerintah maupun swasta, mendorong Program Kampung Pendidikan, agar tujuan pendidikan; menumbuhkan dan mengembangkan anak dapat tercapai secara efektif.
Tulisan ini bermaksud memperkenalkan model pengembangan Kampung Pendidikan Arek Suroboyo untuk menginspirasi siapa saja, untuk mendorong pengembangan pendidikan secara efektif di tingkat komunitas.
Program ini di-launching pada zaman pemerintahan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya.
Ada lima cluster dalam program ini yaitu Kampung Aman, Kampung Sehat, Kampung Belajar, Kampung Asuh, dan Kampung Inovatif.
Program ini bertujuan menggerakkan kampung, agar warga aktif terlibat dalam upaya mendorong warga belajar, mendorong pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, pengasuhan anak dan upaya menciptakan keamanan kampung.
Melalui program warga belajar, warga didorong untuk memperhatikan anak belajar. Ada jam anak belajar, jam di mana TV dimatikan di rumah-rumah. Orang tua didampingi agar dapat memberi dukungan pada anak mereka, selain orang tua dapat bekerja sama dengan sekolah.
Baca juga : Kisah Kembar Siam Yuliana-Yuliani 35 Tahun Yang Lalu. Bagaimana Keadaan Mereka Kini?
Melalui program ini, Tri Rismaharini mengharapkan masyarakat Kota Surabaya menciptakan suasana yang rukun dan guyub. Karena ini penting bagi anak untuk tumbuh kembang mereka.
Risma meminta agar semua pihak memiliki niat yang sama untuk membesarkan anak menjadi anak yang luar biasa. Risma mengajak warganya untuk mengarahkan anak bertindak positif, sehingga anak-anak tidak punya waktu untuk melakukan hal negatif seperti menggunakan narkoba.
Di akhir program, pemerintah kota memilih kelurahan yang paling berhasil menjalankan program ini sehingga anak-anak di kelurahannya dapat bertumbuh dengan baik.
Walikota berikutnya, Eri Cahyadi melanjutkan program ini dengan beberapa inovasi, misalnya dengan melibatkan Universitas Negeri Surabaya untuk program Kampung Belajar, ditambah program penanganan stunting yang melibatkan Universitas Airlangga.
Pada program Kampung Belajar ada program pembelajaran nyaman untuk anak. Program ini melibatkan mahasiswa dalam mendampingi anak belajar, yang menargetkan pemerataan pendidikan di seluruh kota Surabaya.
Efektivitas pendidikan memang memerlukan dukungan iklim pendidikan, oleh karena itu perlu diinisiasi oleh pemerintah daerah seperti yang dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya. Kita berharap lebih banyak lagi pemerintah daerah terinspirasi untuk mengambil langkah yang sama.
Foto:pendidikan.momentum.com

[…] Baca Juga: Kampung Pendidikan, Salah Satu Model Pengembangan Pendidikan Yang Bisa Ditiru […]
[…] Baca juga : Kampung Pendidikan, Salah Satu Model Pengembangan Pendidikan Yang Bisa Ditiru […]