Depoedu.com-Semangat membara dan persiapan matang membawakan hasil manis bagi SMPK Santu Isidorus Lewotala. Dalam ajang Pameran Pendidikan Kabupaten Flores Timur yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga, delegasi sekolah ini tampil memukau dan berhasil mengukir prestasi gemilang pada lomba debat Bahasa Inggris tingkat kabupaten.
Mengusung tema besar “INSAN PEMBELAJAR: Merawat Budaya, Bertumbuh Dalam Inovasi, Membangun Generasi Masa Depan”, ajang ini menjadi pembuktian kualitas murid di tengah sengitnya persaingan antar sekolah.
Baca juga : Pekerjaan Rumah Orang Tua dan Sekolah Agar Siswa Tidak Salah Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi
Tampil membanggakan mewakili Kecamatan Lewolema, SMPK Santu Isidorus menurunkan tiga orator terbaiknya: Maria Oktaviana Tupa Liwun (Kelas IX), Antonia Kewa Hewen (Kelas IX), dan Angela Aprilia Lowa (Kelas VIII).
Sejak babak awal, trio orator muda ini menunjukkan performa luar biasa. Keterampilan menyusun argumen logis, artikulasi Bahasa Inggris yang fasih, serta ketenangan dalam merespons sanggahan menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
Ketiganya tampil percaya diri menganyam pemikiran kritis yang selaras dengan gagasan merawat akar budaya sekaligus merangkul inovasi zaman.

Perjuangan gigih tim SMPK Santu Isidorus Lewolema mengantarkan mereka hingga ke partai puncak. Pada babak final yang berlangsung sengit, perwakilan Kecamatan Lewolema ini berhadapan dengan perwakilan dari Kecamatan Larantuka, yakni SMP Negeri 1 Larantuka.
Melalui perdebatan ketat, SMPK Santu Isidorus meraih Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Kabupaten Flores Timur.
Capaian ini bukanlah kebetulan semata. Sebagai sekolah yang menerapkan program Future School, SMPK Santu Isidorus terus berkomitmen menghadirkan ekosistem belajar transformatif melalui pembinaan intensif. “Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan para murid, serta dedikasi tim pendamping.
Kami sangat bangga anak-anak mampu menunjukkan bahwa murid dari Lewolema bisa bersaing di tingkat kabupaten,” ujar Kepala SMPK Santu Isidorus Lewotala dengan penuh rasa syukur.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan tim pendamping debat menambahkan, “Kunci kemenangan mereka terletak pada ketenangan dan kedalaman analisis materi. Kerja sama tim serta jam latihan yang konsisten benar-benar terbayar lunas di atas panggung final.”
Keberhasilan ini tak hanya membanggakan civitas akademika, tetapi juga membuktikan inovasi pembelajaran berstandar global berpadu nilai karakter lokal mampu mencetak generasi yang tangguh, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.
