Depoedu.com-Sebanyak kurang lebih 65 karyawan Tarakanita mengikuti kegiatan Rekoleksi Karyawan Blok Pulo Raya dengan tema “Berjalan Bersama dan Berpartisipasi Aktif Mewujudkan Generasi Cerdas Berintegritas”, pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 08.00–15.00 WIB.
Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Sekolah Tarakanita, Jalan Pulo Raya IV No. 17, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peserta rekoleksi berasal dari TK Tarakanita 2, SD Tarakanita 2, SMP Tarakanita 1, SMK Tarakanita 1, serta beberapa karyawan dari Blok Patal Senayan dan Permata Hijau.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para karyawan untuk mengambil waktu sejenak dari rutinitas pekerjaan, memperdalam spiritualitas, mempererat persaudaraan, serta memperbarui semangat dalam menjalankan tugas dan pelayanan di lingkungan Tarakanita.
Memaknai Perjalanan Iman dan Panggilan Pelayanan
Rekoleksi dibuka oleh Ibu Yulia Fitriastuti selaku Kepala Sekolah SMP Tarakanita 1. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa rekoleksi merupakan kesempatan berharga bagi seluruh karyawan untuk menyegarkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperbarui semangat pelayanan.
“Rekoleksi hari ini menjadi kesempatan yang berharga bagi kita untuk berhenti sejenak, menyegarkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperbarui semangat pelayanan kita,” ujar Ibu Yulia dalam sambutannya.
“Sesuai dengan tema kita, Berjalan Bersama dan Berpartisipasi Aktif Mewujudkan Generasi Cerdas Berintegritas, saya berharap kita semakin menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajar, bekerja, atau menyelesaikan tugas,” lanjutnya
“Lebih dari itu, pendidikan adalah panggilan untuk melayani dan menjadi teladan bagi anak-anak yang dipercayakan kepada kita. Selamat berproses mengikuti rekoleksi ini,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh karyawan untuk semakin bersemangat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan generasi yang cerdas dan berintegritas.
Materi rekoleksi dibawakan oleh Sr. Rosaria, CB, yang mengajak peserta memahami dan memaknai perjalanan Kongregasi Suster-Suster Carolus Borromeus (CB) dan Yayasan Tarakanita sebagai sebuah peziarahan iman.
Perjalanan tersebut mengundang setiap pribadi untuk tidak berjalan sendiri, melainkan berjalan bersama, saling menguatkan, dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan keselamatan bagi sesama.
Baca juga : Bunda Maria Aku Datang Bersama Teman-teman Membawa Doa
Sr. Rosaria, CB, menegaskan pentingnya berjalan bersama menuju arah yang benar, sesuai dengan tujuan dan semangat Tarakanita, Kongregasi CB, serta Gereja. Tuhan menjadi arah sekaligus jalan yang membimbing, mengarahkan, dan menguatkan setiap langkah dalam menjalankan panggilan pelayanan.
Belajar dari Bunda Elisabeth Gruyters dan Perjalanan ke Emaus
Dalam rekoleksi ini, peserta diajak mengenal kembali perjuangan Bunda Elisabeth Gruyters, pendiri Kongregasi Suster-Suster Carolus Borromeus. Semangat perjuangan, iman, dan kasih Bunda Elisabeth menjadi inspirasi bagi para karyawan untuk terus menghidupi nilai-nilai Tarakanita dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan maupun dalam relasi dengan sesama.
Peserta juga mendalami bacaan Kitab Suci dari Injil Lukas 24:13–35 tentang Yesus yang menampakkan diri kepada dua murid dalam perjalanan ke Emaus. Kisah ini mengajak peserta untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidup, terutama ketika menghadapi tantangan dan ketidakpastian.
Seperti Yesus yang berjalan bersama para murid-Nya, setiap karyawan dipanggil untuk hadir, mendengarkan, mendampingi, dan menguatkan satu sama lain.
Selain itu, materi mengenai sinodalitas dan partisipasi aktif menjadi bagian penting dalam rekoleksi. Sinodalitas mengajak setiap pribadi untuk berjalan bersama, saling mendengarkan, membangun komunikasi yang terbuka, serta melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan komunitas dan karya pelayanan.
Semangat ini menjadi semakin relevan dalam menyambut 75 tahun Yayasan Tarakanita dan 190 tahun Kongregasi CB. Momentum bersejarah tersebut mengajak seluruh keluarga besar Tarakanita untuk melihat masa lalu dengan penuh syukur, menjalani masa kini dengan semangat kasih, serta menatap masa depan dengan penuh harapan.
Dinamika Kelompok: Membangun Komunikasi, Kerja Sama, dan Kolaborasi
Suasana rekoleksi semakin hidup melalui berbagai dinamika kelompok. Peserta terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman pribadi (sharing), dan menyampaikan hasil diskusi dalam sesi pleno.
Melalui kegiatan ini, para karyawan memperoleh kesempatan untuk saling mengenal, memahami pengalaman satu sama lain, serta belajar melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
Salah satu kegiatan yang menarik adalah menyusun puzzle secara berkelompok. Aktivitas ini tidak sekedar menjadi permainan, tetapi juga sarana pembelajaran mengenai pentingnya kerja sama, komunikasi, ketelitian, dan kesediaan untuk saling berbagi. Setiap anggota kelompok memiliki peran yang berarti untuk mencapai tujuan bersama.
Dinamika tersebut mengingatkan peserta bahwa keberhasilan sebuah karya pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh satu orang saja. Diperlukan keterlibatan setiap pribadi, kesediaan untuk mendengarkan, keterbukaan terhadap gagasan orang lain, serta kemauan untuk bersinergi dan berkolaborasi.
Melalui proses ini, peserta diajak merefleksikan kembali bagaimana semangat berjalan bersama dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat.
Meneguhkan Kembali Nilai-Nilai Bunda Elisabeth
Kegiatan rekoleksi ditutup dengan penguatan dari Ibu Katarina Dyah Ayu T., selaku Kepala Sekolah SD Tarakanita 2. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri kesempatan belajar dan berproses bersama dalam rekoleksi ini.
“Kegiatan ini adalah penyegaran kembali mengenai nilai-nilai Bunda Elisabeth. Kita beruntung sudah mendapatkan materi dan berproses bersama dalam rekoleksi ini sebagai persiapan menyambut 75 tahun Yayasan Tarakanita dan 190 tahun Kongregasi CB. Terima kasih sudah berproses dalam kegiatan rekoleksi ini,” ungkapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa rekoleksi bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk memperbarui komitmen dalam menghidupi nilai-nilai Bunda Elisabeth Gruyters. Nilai-nilai tersebut diharapkan semakin nyata dalam sikap, perkataan, keputusan, dan tindakan setiap karyawan.
Berjalan Bersama, Melayani dengan Kasih, dan Mewujudkan Generasi Berintegritas
Melalui rekoleksi ini, seluruh karyawan diharapkan semakin menyadari bahwa setiap tugas dan tanggung jawab merupakan bagian dari panggilan pelayanan. Mewujudkan generasi cerdas berintegritas bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di ruang kelas, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh karyawan yang mengambil bagian dalam karya pendidikan Tarakanita.
Semangat berjalan bersama perlu diwujudkan melalui sikap saling mendengarkan, berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan, berpartisipasi secara aktif, serta membangun sinergi dan kolaborasi.
Dengan demikian, setiap pribadi dapat menjadi pembaharu yang membawa kebaikan dan keselamatan bagi sesama. Semoga semangat rekoleksi ini tidak berhenti pada kegiatan sehari, tetapi terus bertumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan Tuhan sebagai arah dan sumber kekuatan, seluruh keluarga besar Tarakanita diharapkan mampu melangkah bersama dalam semangat kasih, menghadirkan pelayanan yang bermakna, serta mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.
Melihat masa lalu dengan syukur, menjalani masa kini dengan kasih, dan menatap masa depan dengan harapan—mari terus berjalan bersama dan berpartisipasi aktif dalam karya pendidikan Tarakanita.
