Webinar Sex Education SD Santo Carolus Surabaya : “Mari Belajar Menjaga Diri, Memahami Tubuh, dan Membangun Kebiasaan yang Sehat.”

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Salah satu program yang sangat penting bagi siswa di era digital ini adalah pemberian pemahaman tentang Pendidikan Seksual sejak dini. SD Carolus Tarakanita Surabaya mengadakan kegiatan Sex Education bagi seluruh siswa kelas 1 sampai 6 tanpa terkecuali. 

Kegiatan ini diberikan secara bertahap. Bagi siswa kelas 1 dan 2, mereka mengikuti kegiatan Sex Education ini pada hari Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan ini dipandu oleh psikolog Dra. Vc Liliana Widjaja, diawali pukul 8 pagi hingga selesai, di ruang Keterampilan. Semua anak kelas 1 dan 2 mengikuti dengan baik, tertib, dan antusias. 

Sedangkan untuk kelas 3 sampai dengan kelas 6 diadakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2026 bertempat di ruang keterampilan untuk kelas 3 dan 4 dengan narasumber Ibu Gabriel Wanda Sinawang, M. Kep., Ners dosen Stikes RKZ.

Sementara itu Sex Education untuk kelas 5 dan 6 bertempat di ruang multimedia dengan narasumber Ibu Veronica Silalahi, M. Ke., Ners yang juga seorang dosen Stikes RKZ. 

Sama halnya dengan kelas 1 dan 2, anak-anak kelas 3 hingga kelas 6 juga mengikuti seminar Sex Education ini dengan sangat semangat. Bahkan karena semangatnya banyak pertanyaan seputar perkembangan fisik dan perubahan mental untuk remaja. 

Baca juga : Pasang Surut Perhatian Dewan Perwakilan Rakyat terhadap Isu Kesejahteraan Guru; Antara Janji dan Realitas

Sebenarnya apakah Pendidikan Seksual itu ?

Pendidikan seksual adalah proses pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang tubuh, kesehatan, kebersihan diri, batasan pribadi, cara melindungi diri, dan menghormati bagian tubuh diri sendiri maupun orang lain.

Mengapa Pendidikan Seksual penting diberikan kepada anak sejak dini ?

Pendidikan Seksual penting diberikan kepada anak sejak dini agar anak dapat mengenal, memahami, mencintai, menghargai, menjaga, dan melindungi tubuh nya sendiri serta menghormati tubuh orang lain. 

Anak perlu mengenal bagian-bagian tubuhnya dengan benar dan memahami bahwa setiap bagian tubuh memiliki fungsi yang harus dijaga. Guru dan orang tua dapat mengajarkan perbedaan antara bagian tubuh yang boleh dilihat secara umum dan bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan pada orang lain. 

Anak juga perlu memahami bahwa tubuhnya adalah miliknya sehingga orang lain tidak boleh menyentuh bagian tubuh pribadi tanpa alasan yang tepat dan tanpa izin. 

Baca juga : Bahaya Orientasi Sekolah Dasar yang Terlalu Akademis dan Orientasi yang Sebenarnya Lebih Dibutuhkan untuk Pertumbuhan Anak

Bagaimana menyampaikan Pendidikan Seksual bagi anak usia dini ?

Pemberian pengetahuan dan pemahaman seksual kepada anak usia dini bisa disesuaikan dengan usia mereka dan perkembangannya. Bagi siswa kelas 1 dan 2 dapat disampaikan seperti berikut;

  • Mengenal anggota tubuh dan memahami fungsi anggota tubuh nya secara sederhana.
  • Mengenal bagian tubuh pribadi yang perlu dijaga dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain.
  • Menjaga kebersihan tubuh.
  • Memahami sentuhan aman dan tidak aman.
  • Belajar mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman.
  • Menghargai tubuh orang lain dan tidak menyentuh tubuh orang lain secara sembarangan.
  • Berani bercerita kepada orang tua/guru, jika mengalami sesuatu yang membuat takut, sakit, atau tidak nyaman.

Dengan pendidikan seksual yang tepat, anak belajar menghargai tubuhnya sendiri, menghormati tubuh orang lain, menjaga kebersihan, serta mengenali situasi yang aman dan tidak aman. 

Kerja sama antara orang tua dan guru sangat diperlukan agar pendidikan seksual diberikan secara konsisten, positif, dan sesuai dengan usia anak.

Semoga semua siswa selalu sehat, bersemangat, dan berdaya juang dalam meraih cita cita, Salam TARAKANITA! 

3 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments