Pentingnya Penguasaan Keterampilan Komunikasi Asertif dalam Kesuksesan Karier Guru

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pada dasarnya mendidik dan mengajar adalah peristiwa komunikasi. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan komunikasi adalah fondasi utama di dunia pendidikan. Bagi seorang guru, kemampuan berkomunikasi tidak hanya bermanfaat dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga diperlukan ketika guru berupaya membangun hubungan yang sehat dengan siswa, rekan kerja, dan orang tua siswa. 

Di antara berbagai jenis komunikasi, komunikasi asertif menjadi salah satu keterampilan paling krusial yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Komunikasi asertif adalah kemampuan untuk menyampaikan pendapat, perasaan, dan kebutuhan dengan jelas, jujur dan tegas, namun tetap menghormati hak dan perasaan orang lain. 

Selain komunikasi asertif, dalam praktek komunikasi dikenal juga dua jenis komunikasi yang lain yakni, komunikasi yang pasif yang cenderung menghindari konflik dan jenis komunikasi agresif yang memaksakan kehendak pada lawan komunikasi kita. Tulisan ini hendak membahas mengapa komunikasi asertif penting, dan dampaknya bagi karier guru. 

Mengapa komunikasi asertif penting bagi guru?

Berbeda dengan komunikasi pasif yang cenderung menghindari konflik atau komunikasi agresif yang memaksakan kehendak, komunikasi asertif berada di jalur tengah yang lebih konstruktif. Berikut uraian tentang peran utama keterampilan komunikasi asertif dalam mendukung kesuksesan karier seorang guru. 

  1. Membangun wibawa dan hubungan yang sehat dengan siswa

Guru yang asertif mampu menetapkan batasan dan aturan kelas yang jelas tanpa menjadi otoriter atau terlalu lunak. Hal ini membantu siswa memahami ekspektasi dengan mudah. Guru yang asertif bisa tegas namun tetap ramah, karena pada dasarnya dia dapat menghargai partner komunikasinya. 

Baca juga : ITB Buka Jalur Mandiri Untuk Seleksi Siswa Unggul Bagi Peserta SNBP ITB Yang Gagal

Pola komunikasi ini pada saat yang sama menimbulkan rasa menghargai dari partner komunikasi. Guru merasa dihargai sehingga tercipta hubungan saling menghargai. Oleh karena itu, tercipta lingkungan belajar yang kondusif karena ada rasa hormat antara guru dan siswa tersebut. 

  1. Guru dapat mengelola kelas secara efektif

Salah satu tantangan proses belajar mengajar yang tidak dapat dihindari oleh guru dan siswa adalah terjadinya konflik karena ada perbedaan kepentingan dalam proses interaksi antara guru dan murid di kelas. Dengan keterampilan komunikasi asertif guru dapat menangani perilaku siswa secara objektif.

Guru yang asertif tidak menyerang siswa dengan menggunakan kata-kata yang menyakitkan  atau dengan emosi yang meledak-ledak. Dalam situasi yang objektif guru dapat menyampaikan koreksi dengan fokus pada perilaku yang perlu diubah. Guru tidak menyerang pribadi siswa, sehingga konflik dapat diselesaikan dengan lebih baik baik. 

  1. Memperkuat kolaborasi dengan rekan kerja

Selain berinteraksi dengan siswa, di lingkungan sekolah guru mau tidak mau harus bekerja sama dalam tim. Oleh karena itu ia harus berdiskusi dalam rapat, berbagi gagasan, ataupun ide dengan guru yang lain. Guru dengan kemampuan komunikasi asertif lebih mampu menyampaikan ide, atau masukan secara lebih objektif dan percaya diri.

Selain itu, orang dengan keterampilan komunikasi asertif juga dapat menyampaikan kritik dalam suasana saling menghargai dan terbuka. Juga ketika menerima kritik dari kolega, mereka juga biasanya lebih terbuka. Ini meningkatkan profesionalisme dan mempererat kerja sama antar kolega. 

  1. Orang tua lebih percaya

Dalam interaksi, guru dengan keterampilan komunikasi asertif selalu berusaha objektif. Oleh karena itu mereka mencari fakta terlebih dahulu, sebelum mengkomunikasikan segala sesuatu. Juga dalam komunikasi dengan orang tua murid. Guru yang asertif biasanya menyampaikan fakta dan berusaha menjaga perasaan. 

Baca juga : Sri Sultan Hamengkubuwono X Akan Luncurkan Model Pendidikan Karakter Khas Kejogjaan

Oleh karena itu, mereka lebih cenderung melaporkan perkembangan secara transparan dan jujur, serta menawarkan solusi, tanpa membuat orang tua merasa disalahkan atau defensif. Hal ini sangat penting untuk membangun kemitraan yang kuat antara peran orang tua di rumah dan guru di sekolah. Ini membuat orang tua lebih percaya pada sekolah. 

  1. Guru lebih percaya diri dan berdampak pada pengembangan karier

Secara personal menguasai keterampilan komunikasi asertif akan menyebabkan peningkatan self-esteem guru. Guru akan lebih percaya diri saat berhadapan dengan orang lain pada saat presentasi, atau saat mengambil keputusan. 

Oleh karena itu, memiliki keterampilan komunikasi asertif bagi guru menjadi nilai tambah yang sangat berharga untuk jenjang karier seperti promosi jabatan atau kepercayaan pimpinan untuk mengelola program sekolah. Ini jelas berdampak pada pengembangan karier guru. 

Demikian pembahasan mengenai mengapa keterampilan komunikasi asertif penting bagi guru. Dan kabar baiknya adalah keterampilan komunikasi asertif bukanlah bakat alamiah  yang dibawa sejak lahir, melainkan kemampuan yang bisa dipelajari, bisa dilatih. Meskipun demikian, keterampilan ini jarang dilatih, baik di sekolah guru maupun di sekolah.    

Padahal bagi seorang guru, memiliki keterampilan komunikasi asertif berarti memiliki kunci untuk mengajar dan mendidik secara efektif. Sebaliknya tanpa penguasaan keterampilan komunikasi asertif, Eduers tidak akan menjadi guru yang baik, karena mengajar dan mendidik adalah peristiwa komunikasi.

Foto: Pngtree

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments