Depoedu.com-Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah 2025, Sekolah Tarakanita Pulo Raya bekerja sama dengan masyarakat Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengadakan kegiatan pembuatan Eco Enzim dan turunannya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi sampah organik dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini, diikuti oleh peserta didik Sekolah Tarakanita Pulo Raya dan masyarakat Petogogan, yang kemudian diajarkan cara membuat Eco Enzim dari bahan-bahan alami seperti kulit buah dan sayuran.
Eco Enzim ini dapat digunakan sebagai pengurai sampah organik dan menghasilkan kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
Dalam paparannya, Yulia Fitriastuti selaku ketua KPKC Tarakanita Blok Pulo Raya, menjelaskan bahwa Eco Enzim adalah suatu larutan yang mengandung enzim-enzim yang dapat memecah limbah organik menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana.
Eco Enzim ini dapat dibuat dari bahan-bahan alami seperti kulit buah, sayuran, dan lain-lain. Turunan dari Eco Enzim adalah pembersih limbah, pengurai tanah, penghilang bau, penghasil kompos.
Baca juga : Mindfulness dalam Pembelajaran Biologi
Sedangkan kelebihan Eco Enzim sendiri adalah ramah lingkungan mudah dibuat, biaya murah, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, tidak ada kadaluarsanya.
“Saya berharap penjelasan ini dapat membantu bapak ibu dan para peserta didik tentang Eco Enzim dan turunannya. Mari kita terus menjaga lingkungan hidup kita dengan menggunakan Eco Enzim dan turunannya,” tegas Lia, dalam paparannya.
Dalam sambutannya, Emaculata Catur Tuhu, Kepala SMP Tarakanita 1 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan kesadaran lingkungan dan mengurangi sampah.
Beliau sangat bangga dengan inisiatif para siswa dan guru di Sekolah Tarakanita Pulo Raya untuk membuat Eco Enzim sebagai bagian dari kegiatan lingkungan hidup.
Pembuatan Eco Enzim ini tidak hanya membantu mengurangi limbah organik di sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga kita semua dapat menjadi agen perubahan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kita. Saya bangga dengan kalian semua,” kata Ema

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dan masyarakat luas tentang pentingnya mengelola lingkungan hidup dengan baik,” tutup Ema.
Selanjutnya, Asep selaku Ketua LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) tentang pembuatan Eco Enzim dan turunannya di sekolah Tarakanita Pulo Raya, menyampaikan selamat atas inisiatif pembuatan Eco Enzim dan turunannya di sekolah Tarakanita Pulo Raya.
Sebagai Ketua LMK, beliau sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan visi dan misi sekolah ini untuk menjadi sekolah yang ramah lingkungan dan berwawasan lingkungan.
Kegiatan ini juga dapat membangun kesadaran dan partisipasi peserta didik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dan masyarakat luas tentang pentingnya mengelola lingkungan hidup dengan baik,” kata Asep.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Mari kita terus menjaga lingkungan hidup kita dengan menggunakan Eco Enzim dan turunannya,” ungkap Asep.
Baca juga : Mengenal Sosok Brian Yuliarto, Menteri Baru di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi
Ketika ditemui penulis Kristiana Wienarti, selaku Kepala Sekolah SMA Tarakanita 1, menjelaskan tentang turunan Eco Enzim yang dikembangkan di sekolah Tarakanita Pulo Raya telah menunjukkan hasil yang sangat positif.
Terutama dalam hal mengurangi sampah organik dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan masyarakat. Turunan Eco Enzim ini dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos, pembersihan limbah cair dan penghilangan bau tidak sedap .
Kegiatan ini juga telah meningkatkan kesadaran siswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dan akhirnya, Ignatius Purwanto selaku Kepala SD Tarakanita 2 tentang Eco Enzim mengungkapkan kegembiraan dan antusiasnya,
“Selamat kepada Sekolah Tarakanita Pulo Raya atas inisiatifnya dalam membuat Eco Enzim! Sebagai Kepala SD Tarakanita 2, saya sangat mengapresiasi upaya ini dalam mengurangi sampah organik dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan masyarakat,” ungkap Ignas.
“Eco Enzim adalah contoh baik dari inovasi yang ramah lingkungan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dan masyarakat luas untuk mengembangkan kesadaran lingkungan dan mengurangi sampah,” harapnya.
“Sekolah dan masyarakat saling berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Menemukan Solusi untuk permasalahan sampah, ” lanjut Ignas menutup kegiatan.
