Depoedu.com-Selain lima topik sebelumnya yang harus dibahas antara orang tua dengan anak pra-remaja mereka, masih ada beberapa topik lain yang sebaiknya juga dibahas antara mereka.
Dua tulisan sebelumnya sudah kita utarakan bersama beberapa topik bahasan; mulai dari Citra Tubuh dan Kesehatan Reproduksi pada tulisan pertama, kemudian disusul oleh topik Kesetaraan Gender dan Penghargaan Atas Perbedaan, Kesehatan Psikis hingga Perlakuan Terhadap Lingkungan Sekitar.
Namun itu belum cukup. Obrolan antara orang tua dan anak, seharusnya tidak dibatasi oleh topik apa yang dipilih. Komunikasi antara orang tua dan anak adalah komunikasi yang berlangsung natural. Bukan terjalin karena topik tertentu yang hendak dibahas.
Obrolan-obrolan receh dan random bisa saja menjadi pintu masuk yang terbuka lebar agar topik-topik bahasan yang serius bisa mendapat tempat dan porsi yang sesuai dengan urgensi dari topik-topik bahasan tersebut.
Namun yang paling penting adalah orang tua harus bisa menciptakan lingkungan yang pas agar anak terbuka pada topik bahasan apapun, mulai dari yang random dan receh hingga topik-topik serius.
Selain lima topik sebelumnya, berikut topik-topik lain yang seharusnya juga dibahas oleh para orang tua dengan anak-anak mereka sebelum anak-anak berusia remaja.
Enam : Kesehatan Fisik. Kesehatan Badan juga sama pentingnya seperti topik tentang Kesehatan Mental dan Psikis. Kesehatan Fisik justru menjadi bahasan yang menarik ketika dikaitkan dengan topik Citra Diri.
Baca juga : Masih Tentang: Apa Topik Obrolan Orang Tua Dengan Anak Pra Remaja
Tujuh: Berteman dan berada dalam Hubungan Sosial yang Positif. Memasuki usia remaja maka pusat dunia mereka bukan lagi di rumah bersama orang tua, namun pusat hidup mereka beralih kepada teman-teman sebaya mereka.
Bagi mereka, diterima dalam lingkaran teman sebaya adalah hal yang utama. Pengakuan bahwa mereka ‘ada’, diterima dan menjadi bagian dari kelompok menjadi sesuatu yang harus mereka perjuangkan secara serius. Karena itu pertemanan yang positif harus menjadi topik bahasan yang serius.
Namun orang tua harus peka, bahwa membahas tentang teman seusia dan atau kelompok pertemanan mereka adalah sesuatu yang sensitif. Anak harus benar-benar yakin bahwa mereka diperlakukan sebagai orang yang sudah dewasa bukan lagi anak-anak yang gampang didikte.
Anak-anak harus menyadari bahwa mereka diberi kepercayaan untuk menjadi bagian dari kelompok mereka. Anak remaja diberi keyakinan bahwa mereka bisa berteman dan menjadi bagian dari kelompok manapun tanpa ‘terpengaruh’ oleh hal-hal negatif yang ada di antara kelompok mereka.
Delapan: Tentang Minat dan Bakat. Jejak digital positif yang mereka tinggalkan secara daring adalah hal-hal positif yang menjadi minat dan bakat mereka. Ini juga sekaligus menjadi penguatan positif. Bahwa mereka akan semakin diterima dalam kelompok sebaya mereka atas minat dan bakat yang mereka kembangkan secara serius.
Anak-anak juga harus menyadari bahwa mereka bisa mencoba dan mengusahakan banyak hal baik yang bisa mereka pelajari secara serius. Minat dan bakat hanya istilah. Esensinya adalah kerja keras.
Baca juga : Orang Tua, Ajak Anakmu Obrolin Ini Sebelum Mereka Remaja
Bahwa meminati sebuah hal positif hanyalah 1% dari sebuah hal baik. 99% lainnya adalah kerja keras, berlatih serius untuk menunjukkan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka terampil akan apa yang kemudian diakui oleh banyak orang sebagai bakat mereka.
Sembilan; Pengelolaan Keuangan. Tentang keuangan adalah hal positif lain yang harus menjadi topik serius untuk dibicarakan. Esensinya adalah bahwa ada terlalu banyak hal lain yang bisa diukur sebagai sebuah keberhasilan selain uang.
Kesembilan hal ini tentunya bukan petunjuk instan dalam komunikasi intens orang tua dengan anak. Masih terlalu banyak hal positif lain yang bisa menjadi pembicaraan serius orang tua – anak.
Hal-hal positif ini bisa ditemukan ketika obrolan akan topik apapun, hasil dari obrolan itu menjadikan anak dan orang tua menjadi lebih dekat secara fisik dan emosional.
Ketika anak dan orang tua menyadari bahwa mereka semakin dekat secara fisik dan emosional satu sama lain, maka itu menunjukkan bahwa komunikasi yang terjalin di antara mereka dan apapun topik dalam komunikasi mereka pasti adalah sesuatu yang penting.
Peristiwa komunikasi adalah sebuah jalan untuk menuju pada semakin dekatnya hubungan orang tua dan anak. Komunikasi positif adalah komunikasi yang mengantar orang tua dapat mengenal lebih dekat kebutuhan esensial anak.
Komunikasi positif adalah komunikasi yang membuat anak menyimpulkan bahwa orang tua benar-benar mencintai mereka.
Foto: KBEonline.id
Tulisan ini pernah tayang di eposdigi.com, ditayangkan kembali dengan seizin penulis.
