SMA Tarakanita Magelang Selenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa bagi Calon Pengurus OSIS 2025-2026

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Sekolah sebagai salah satu institusi formal pendidikan, menjadi bagian penting dari upaya mendidik, memanusiakan manusia, dan memfasilitasi pengembangan bakat kepemimpinan pengurus OSIS. 

Bakat kepemimpinan pengurus OSIS dapat diperoleh sedini mungkin, sehingga karakter kepemimpinan yang diinginkan dapat terbentuk lebih awal dan diimplementasikan dalam kehidupan yang dilaluinya dengan mengalami proses untuk terus menjadi lebih baik.

Kepemimpinan merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. 

Ketika orang menemukan visi dan misi dalam hidupnya, merasakan dalam diri dan mampu membentuk karakter yang kokoh dan setiap ucapan dan tindakannya mampu mempengaruhi lingkungannya, serta keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasi

OSIS menjadi salah satu wadah di sekolah untuk menghasilkan jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan harus dimiliki setiap individu yang terlibat dalam suatu organisasi.

Kepemimpinan yang dimaksud di sini bukanlah dilihat sebagai suatu jabatan tertentu, tetapi sebagai suatu pilihan bagi seseorang untuk mengembangkan diri dan orang lain dengan segala kemampuan yang harus dimiliki seorang pengurus OSIS.

Baca juga : Sekolah di Tangerang Jadikan Kebun TOGA Laboratorium Hidup, Latih Siswa Berliterasi Hingga Kurangi Sampah

Untuk itu sekolah perlu membekali para pengurus OSIS dengan keterampilan serta kesiapan mental agar para pengurus OSIS  yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik.

Latihan Dasar Kepemimpinan dilaksanakan selama 3 hari bagi para calon pengurus OSIS SMA Tarakanita Magelang, sebanyak 31 peserta, didampingi oleh 17 pengurus OSIS kelas XII dan beberapa bapak/ibu guru. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks SMA Tarakanita Magelang, selepas para siswa menyelesaikan asesmen akhir semester gasal mereka. Materi yang diberikan adalah; Spiritualitas Kepemimpinan Elisabeth Gruyters  dan Santo Carolus Borromeus. 

Paket materi lainnya adalah Problem Solving, Useless to Useful, Aksi Peduli Lingkungan, Olah Raga Bersama, Backward Design, Menyusun Proker, Dinamika  Kelompok, Pentas Seni, dan Growth Mindset

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan berorganisasi, serta memperkuat jiwa kepemimpinan yang tangguh dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai karakter Tarakanita. 

Mereka dikenalkan pengenalan dasar kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi efektif, hingga teknik pengambilan keputusan. Semua itu dimasukkan  ke dalam berbagai kegiatan siswa yang melingkupi Nilai Pembaharu, Cerdas dan Berintegritas. 

Latihan Kepemimpinan ini diarahkan pada tercapainya tujuan seperti yang telah digariskan, yaitu sebagai berikut :

a. Pembaharu: 

1) Pengurus OSIS memiliki kemampuan untuk mengatur diri sesuai dengan situasi dan kondisi (adaptif).

2) Pengurus OSIS mampu merancang kegiatan yang bersifat transformatif dengan mengubah serta memberdayakan potensi baik diri sendiri (self-improvement) maupun orang lain (collaboration). 

3) Pengurus OSIS terbuka terhadap hal-hal baru. 

4) Pengurus OSIS mampu menciptakan kegiatan dengan ide yang baru (creativity). 

b. Cerdas: 

1) Pengurus OSIS dibekali dengan kemampuan keterampilan abad 21 (goals visioning

2) Pengurus OSIS dapat menganalisis dan menelaah ide atau gagasan 

3) Pengurus OSIS mampu mengidentifikasikan dan merumuskan masalah 

4) Pengurus OSIS menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi

Baca juga : KB-TK Santo Carolus Tarakanita Surabaya Gelar Talent Show dan Parenting

c. Berintegritas : 

Menjunjung tinggi nilai-nilai karakter yang khas dari value Tarakanita, yaitu: 

  1. Berdaya juang (resilience) Pengurus OSIS mampu menghayati prinsip-prinsip kehidupan dengan keteguhan berdasarkan keyakinan akan kebenaran, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
  2. Wajib Taat Pengurus OSIS dapat menjadi role model yang benar bagi peserta didik lain dalam menjalankan tata tertib sekolah. 
  3. Berbelarasa (sesama dan lingkungan) Pengurus OSIS memiliki kepekaan hati (empati) dan merasakan penderitaan orang lain (simpati), sekaligus kebajikan di mana kepekaan terhadap penderitaan orang lain menjadi bagian dari keterkaitan emosional, sosial, serta menimbulkan keinginan aktif untuk turut berperan.
5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments