Belajar dan Beraksi Melalui Komposting : Hari Studi Karyawan Rayon Magelang, Dorong Pengelolaan Sampah Organik dari Lingkungan Sekolah

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Belajar tidak pernah lekang oleh waktu. Semangat untuk terus belajar dan berkembang juga menjadi bagian penting dalam karya dan pelayanan seluruh karyawan Sekolah Tarakanita. 

Semangat tersebut diwujudkan melalui Hari Studi Karyawan (HSK) Rayon Magelang yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 08.00–12.00.

Mengusung tema “Belajar dan Beraksi Melalui Komposting”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan Rayon Magelang yang terdiri dari guru, tata usaha dan pembantu pelaksana. Kegiatan diawali dengan senam bersama, sebagai bentuk kebersamaan sekaligus membangun suasana positif sebelum memasuki rangkaian kegiatan studi. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan arahan Sr. Rosiana Susilo Astuti, CB selaku Kepala Kantor Wilayah Yayasan Tarakanita Jawa Tengah, sebelum peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan sampah melalui metode komposting. Beliau menekankan kegiatan ini menjadi salah satu upaya kepedulian kita terhadap lingkungan.

Baca juga : SMA Tarakanita Magelang Hadirkan Education Fair 2026 untuk Mendukung Studi Lanjut Siswa

Materi komposting disampaikan oleh Nofi Susanti, Fasilitator Kecamatan Magelang Tengah, dan Afton Maulana, Fasilitator Kecamatan Panjang, yang keduanya merupakan fasilitator dari Dinas Lingkungan Hidup.

Komposting dipilih sebagai materi Hari Studi Karyawan karena memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun lingkungan sekolah pada dasarnya dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. 

Karena itu, pengetahuan mengenai komposting diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pengenalan metode “si galang” para peserta sangat antusias mendengarkan dan mempelajarinya. Si galang merupakan singkatan dari Sistem Galon Pengolah Limbah daripada Dibuang. Hal tersebut menjadikan salah satu solusi praktis pengolahan sampah organik dari rumah dan sekolah.

Baca juga : Refleksi Pendidikan: Peran Keluarga di Rumah dan Sekolah Kita

Bagi guru dan karyawan Tarakanita, pembelajaran ini juga memiliki dimensi yang lebih luas. Keterampilan mengolah sampah organik dapat menjadi bekal untuk mendukung pendampingan peserta didik dalam berbagai gerakan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk program KPKC dan program komposting di sekolah.

Setelah mendapatkan pemaparan materi, peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mengikuti praktik komposting. Proses praktik menjadi bagian penting karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengalami secara langsung bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Melalui Hari Studi Karyawan ini, seluruh karyawan diharapkan semakin memiliki kebiasaan untuk terus belajar, menambah pengetahuan, sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. 

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan sampah organik secara lebih nyata di lingkungan sekolah. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, sampah organik yang dihasilkan di sekolah diharapkan tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah dan dimanfaatkan.

Penulis adalah Staf Biro Umum, Kantor Wilayah Tarakanita Jawa Tengah

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments