Depoedu.com-Hari ini, Senin 27 Juli 2026 merupakan Senin perdana Upacara Bendera SD Carolus Tarakanita Surabaya. Upacara dalam rangka mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak ini diikuti oleh seluruh murid kelas 1 sampai 6 dengan tertib.
Sebagai Pembina upacara adalah Bp. Dimas selaku perwakilan dari Kapolsek Wonocolo yang memberi sambutan dan penguat bagi para murid serta seluruh warga sekolah untuk mau bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Pada pengukuhan Sekolah Ramah ini kami mengundang Komite Sekolah
Mengapa Sekolah Ramah Anak menjadi sangat krusial dalam dunia pendidikan ?
Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu, bahkan bisa juga menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Di sinilah mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar, berinteraksi, bermain dan membentuk karakter.
Baca juga : Merawat Cahaya dari Sebuah Ruang Belajar; Catatan Syukur pada HUT ke-9 depoedu.com
Sekolah Ramah Anak diharapkan mampu menjamin, memenuhi, dan menghargai hak-hak anak serta melindungi mereka dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan (bullying). Prinsip utamanya memberikan yang terbaik bagi anak dalam lingkungan sekolah sebagai tempat belajar.
Untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak, ada beberapa hal penting yang harus dipenuhi:
- Lingkungan Aman: Sekolah harus terbebas dari ancaman fisik maupun mental. Tidak ada toleransi untuk perundungan, baik oleh sesama murid maupun guru.
- Infrastruktur yang Mendukung: Fasilitas sekolah dirancang agar aman, bersih, dan ramah bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas).
- Metode Pembelajaran yang Menyenangkan: Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengajar dan mendidik dengan rasa empati, bukan dengan tekanan atau hukuman fisik. Proses belajar dibuat interaktif agar potensi setiap anak tergali secara optimal.
- Partisipasi Anak: Suara murid didengar dan dihargai. Mereka diberi ruang untuk mengemukakan pendapat yang berkaitan dengan kegiatan sekolah.
Penerapan Sekolah Ramah Anak membawa dampak yang positif. Anak-anak yang merasa aman dan dihargai cenderung lebih percaya diri, memiliki kesehatan mental yang baik, dan menunjukkan prestasi akademik yang lebih optimal. Selain itu, mereka belajar mengembangkan empati dan rasa toleransi sejak dini.
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak bukanlah tugas guru semata. Diperlukan kerjasama yang kuat antara pihak sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat sekitar.
Dengan menciptakan lingkungan belajar yang penuh keharmonisan, kita sedang berinvestasi pada masa depan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan bahagia.
Upacara bendera diakhiri dengan penandatanganan deklarasi sekolah ramah anak oleh seluruh peserta upacara dan murid–murid. Semangat selalu anak-anak Santo Carolus, semoga sekolah kita tetap menjadi sekolah ramah anak yang membanggakan bangsa.
