Depoedu.com-Dalam upaya menumbuhkan budaya riset dan semangat berpikir kritis di kalangan peserta didik, SMP Tarakanita 1 menggelar Seminar Pendidikan bertema “Transformasi Gagasan menjadi Karya Ilmiah” pada Selasa, 14 Oktober 2025, bertempat di Auditorium Sekolah Tarakanita Pulo Raya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Atma Jaya, di antaranya Prof. Dr. Dwinita Laksmidewi, Prof. Dr. Weli, dan Dr. Yasintha Soelasih. Kegiatan ini sejalan dengan value proposition Sekolah Tarakanita Pulo Raya, yaitu SMART (Scientific and Artpreneurship).
Seminar diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, yang berkesempatan memperluas wawasan mengenai pentingnya riset, inovasi, dan semangat kewirausahaan dalam dunia pendidikan masa kini.
Seminar diawali dengan pemaparan materi dari Prof. Dr. Dwinita Laksmidewi, dosen Universitas Atma Jaya, yang membahas dasar-dasar riset dan pentingnya membangun budaya penelitian sejak usia sekolah.
Dalam penjelasannya, Prof. Dwinita mengungkapkan bahwa riset tidak selalu harus dilakukan di laboratorium, tetapi dapat dimulai dari rasa ingin tahu terhadap hal-hal sederhana di sekitar kita.
Sebagai contoh, beliau mengajak peserta didik berpikir tentang pengaruh mendengarkan musik saat belajar terhadap konsentrasi dan hasil belajar.
Baca juga : Pendampingan Asesmen Pembelajaran dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Kolese Santo Yusup Malang
Melalui contoh tersebut, Prof. Dwinita menunjukkan bahwa kegiatan riset bisa dimulai dari pertanyaan sehari-hari seperti “Apakah musik membantu saya fokus belajar?” atau “Jenis musik apa yang paling mendukung konsentrasi?”.
Menanggapi semangat siswa dalam mengikuti kegiatan, Frans, mahasiswa Universitas Atma Jaya yang menjadi pendamping, menyampaikan, “Riset perlu dikenalkan sejak dini agar siswa terbiasa berpikir ilmiah dan mampu memecahkan masalah secara sistematis. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menanamkan pola pikir ilmiah yang positif.”
Pendapat tersebut dikuatkan oleh Prof. Dwinita, yang menambahkan bahwa pengenalan riset di jenjang SMP akan membantu anak mengasah logika berpikir dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena di sekitarnya.
Setelah pemaparan Prof. Dwinita, acara dilanjutkan dengan sesi berikutnya yang dibawakan oleh Dr. Yasintha Soelasih, dosen Universitas Atma Jaya, yang mengulas materi tentang cara menemukan ide penelitian, baik di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) maupun Ilmu Sosial.
Dalam penjelasannya, Dr. Yasintha menyampaikan bahwa ide penelitian dapat muncul dari kepekaan terhadap masalah yang ada di sekitar kita. Ia mencontohkan, untuk bidang IPA siswa dapat meneliti pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman.
Sedangkan dalam bidang sosial dapat meneliti kebiasaan penggunaan gawai terhadap interaksi sosial di sekolah. Melalui berbagai contoh tersebut, Dr. Yasintha menekankan pentingnya rasa ingin tahu, kemampuan mengamati, dan keberanian bertanya sebagai langkah awal dalam menemukan topik penelitian yang menarik dan relevan.

Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. Weli, yang memaparkan materi tentang cara pengumpulan data dalam penelitian. Dalam paparannya, Prof. Weli menjelaskan bahwa salah satu metode yang mudah dilakukan oleh pelajar adalah melalui survei menggunakan Google Form (G-Form).
Beliau menunjukkan langkah-langkah membuat kuesioner digital, mulai dari merancang pertanyaan, membagikan tautan survei, hingga melihat hasil tanggapan secara langsung.
Peserta didik juga diajak mempraktekkan secara langsung dengan membuat dan mengisi survei sederhana di ponsel masing-masing. Data hasil survei kemudian dijadikan bahan diskusi untuk belajar mengolah dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram.
Di sela kegiatan, Ibu Yulia Fitriastuti, Kepala SMP Tarakanita 1, menyampaikan harapannya, “Kami berusaha menanamkan hal-hal baik untuk peserta didik sesuai dengan visi dan misi sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita.”
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menumbuhkan budaya riset di SMP Tarakanita 1,” lanjut Ibu Yulia.
Sebagai penutup kegiatan, para peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk merumuskan ide riset sederhana. Setiap kelompok didampingi oleh dosen dan mahasiswa pendamping dari Universitas Atma Jaya, yaitu Frans dan Mikaila.
Baca juga : Manfaat Sorgum untuk Tumbuh Kembang Janin
Dengan bimbingan mereka, siswa belajar menyusun rumusan masalah, menentukan tujuan penelitian, serta memilih metode sederhana yang sesuai dengan topik yang mereka pilih. Setelah proses diskusi selesai, beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil ide riset mereka di depan peserta lain.
Presentasi tersebut menjadi momen menarik karena para pembicara dan pendamping memberikan masukan, saran, serta apresiasi atas kreativitas dan keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan.
Salah satu peserta didik, Restu Ester Sianturi, juga membagikan pengalamannya, “Menurut saya, kegiatan seminar di auditorium tadi sangat menarik dan bermanfaat. Saya jadi lebih memahami tentang bagaimana cara membuat riset dengan baik, dan hal itu menambah pengetahuan baru bagi saya,” jelasnya.
“Selain itu, penyampaian materi oleh narasumber juga jelas. Saya merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, apalagi ketika maju ke depan untuk mempresentasikan ide riset yang telah saya dan teman-teman buat.,” jelas siswi kelas VII-1.
“Itu menjadi pengalaman yang berkesan dan melatih kepercayaan diri saya. Acaranya berjalan lancar dan memberikan banyak pelajaran berharga.” katanya dengan antusias.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang riset, tetapi juga mengalami langsung proses berpikir ilmiah secara kolaboratif, yang menjadi cerminan semangat SMART (Scientific and Artpreneurship) di SMP Tarakanita 1.
“Apa yang dapat kukerjakan ialah meneruskan karya Allah dengan tekun sambil berdoa terus menerus, dan selalu berusaha melibatkan diri didalamnya” (EG 49)
