Depoedu.com-Pendidikan di SMA Tarakanita 2 dan sekolah–sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita membekali para siswa dengan nilai–nilai kehidupan dasar yang luhur. Salah satunya berbela rasa pada sesama terutama yang miskin, tersisih dan menderita.
Nilai hidup yang harus ada dan menghidupi semangat dalam proses belajar baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat pada umumnya.
Rabu, 11 Juni 2025, SMA Tarakanita 2 Jakarta yang diwakili oleh pengurus OSIS dan beberapa guru pendamping mengadakan bakti sosial di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Jakarta.
Barang–barang yang dibawa dalam kegiatan ini merupakan sumbangan sukarela dari seluruh siswa. Kali ini bantuan yang dikumpulkan berupa sabun mandi, shampo, pasta gigi, sikat gigi, dan juga sabun cuci, serta pembersih lantai.
Bakti Sosial merupakan kegiatan yang secara rutin diprogramkan oleh OSIS SMA Tarakanita 2 Jakarta setiap tahunnya, bahkan menjadi program unggulan. Kegiatan ini dijadikan sebagai media belajar para siswa untuk lebih peduli dengan masyarakat, terutama mereka yang berkekurangan.
Baca juga : Program Magang Berdampak Kemdikti Saintek: Cetak Lulusan Siap Kerja dan Agen Perubahan
Aksi dan wujud nyata kepedulian ini setiap tahun dilaksanakan oleh pengurus sebagai perwakilan dari seluruh siswa. Berbagi kasih melalui kegiatan bakti sosial, mewujudnyatakan nilai–nilai ”Compassion”.
Bakti sosial membangkitkan rasa kemanusiaan, solidaritas pada sesama, menumbuhkembangkan rasa simpati dan empati kepada mereka yang membutuhkan.
Fransiscus Asisi Suyono, SFK menyampaikan dua hal penting dalam pembekalan sebelum pelaksanaan kegiatan bakti sosial. Pertama, aksi berbagi kasih ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia yang telah diterima selama ini.
Kedua, tindakan ini sekaligus mewujudnyatakan nilai–nilai ketarakanitaan yaitu bela rasa. “Bakti Sosial membentuk dan mengembangkan karakter pribadi yang cerdas, berintegritas dan berbela rasa, peduli pada sesama,” tegas Frans.

Melalui program ini diharapkan para siswa selalu punya karakter berbela rasa pada sesama ketika sudah bekerja, kehidupan sehari–hari. Suatu tanggung jawab moral bagi para siswa sebagai generasi muda tentang pentingnya membantu, saling berbagi dengan sesama, terutama yang berkekurangan dan terpinggirkan.
Program yang memberikan wawasan tentang pendidikan karakter, secara nyata. Bakti sosial, menunjukkan rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Kita bisa lebih akrab dan meningkatkan rasa kekeluargaan.
LPKA merupakan lembaga yang mewadahi pembinaan bagi anak–anak. Tugas pokok melaksanakan pembinaan bagi anak didik pemasyarakatan. Pembinaan terhadap mereka dengan berbagai latar belakang masalah.
Harapan dapat menjadi lebih baik, berubah dengan memiliki pandangan lebih luas pada masa depan mereka. Wujudkan cita–cita mereka.
“Anak–anak kami sedang introspeksi diri sehingga nanti akan kembali ke masyarakat akan menjadi lebih baik dan berbuat baik,” kata Aldikan Nasution, sebagai kepala LPKA Jakarta ketika menyambut peserta bakti sosial.
Baca juga : Tantangan Pengelolaan Sekolah Muhammadiyah sebagai Institusi Pendidikan dan Ladang Ibadah
Nasution juga mengucapkan banyak terima kasih karena masih banyak orang–orang yang peduli dan perhatian kepada anak–anak binaan LPKA Jakarta. Bakti sosial ini merupakan bukti bahwa sekolah SMA Tarakanita memiliki perhatian luar biasa dan peduli terhadap sesama, tandasnya.
Meningkatkan solidaritas, mempererat interaksi para siswa khususnya dan dengan pihak LPKA, masyarakat pada umumnya. Membangun kebersamaan dalam sikap empati dan kepedulian itulah makna edukasi dalam kegiatan bakti sosial.
Sesuai dengan visi misi dari sekolah dan Yayasan Tarakanita, mewujudkan nilai-nilai bela rasa dan kepedulian terhadap sesama, seperti yang disampaikan Suster Giovani CB sebagai pemerhati sekolah di Blok Pluit di kegiatan bakti sosial.
“Bakti sosial suatu pembinaan untuk belajar dari masyarakat langsung, dan juga di LPKA. Membina karakter baik dan cinta sesama,” tegas suster Gio.
