Shadow Teacher, Peran Kecil Dampak Besar

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Bagi sebagian orang istilah shadow teacher mungkin masih asing. Namun bagi orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK) istilah ini sudah tak asing. Lalu apa sih shadow teacher itu?

Shadow teacher adalah sebuah profesi yang bekerja secara langsung mendampingi ABK selama di sekolah. Shadow teacher bukanlah profesi biasa karena mereka menghadapi anak-anak yang luar biasa. Tentu dibutuhkan tingkat kesabaran tinggi serta punya rasa peduli terhadap ABK.

Bagaimana tidak, selama di sekolah shadow teacher berperan sebagai orang tua, guru, terapis, dan pelindung bagi ABK. Bahkan ada kalanya shadow teacher menjadi sasaran pukulan, gigitan, tendangan, cakaran anak-anak istimewa tersebut, ketika tantrum. Bisa dikatakan profesi ini adalah “panggilan hati”.

Sejak pemerintah menggerakkan program sekolah inklusi yaitu sekolah umum wajib menerima murid ABK. Di mana, ABK dapat belajar bersama anak-anak normal dalam satu kelas. Hal inilah yang memicu lahirnya shadow teacher menjadi pilar penting dalam sekolah inklusi.

Shadow teacher bertanggungjawab mendampingi ABK baik secara mental maupun fisik selama berada di sekolah. Untuk itu seorang shadow teacher dituntut mempunyai keahlian dalam bidangnya.

Latar belakang shadow teacher biasanya lulusan pendidikan luar biasa, sarjana psikologi, atau guru biasa yang sudah melalui tahapan latihan secara baik. Namun hingga saat ini profesi ini belum mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal pemerintah sudah menggerakkan program sekolah inklusi.

Baca juga : Mempertimbangkan Kelebihan Dan Kekurangan Aplikasi ChatGPT Dalam Penggunaannya Di Lembaga Pendidikan

Hal ini terlihat dari minimnya tenaga ahli sebagai shadow teacher sehingga orangtua yang mempunyai ABK masih kesulitan dalam menemukan shadow teacher bagi ABK-nya.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan profesi ini, mereka yang tidak punya latar belakang pendidikan yang sesuai disulap menjadi shadow teacher, asalkan mereka peduli terhadap ABK dan punya tingkat kesabaran yang tinggi serta dibekali pelatihan kilat.

Adapun yang menjadi tugas shadow teacher adalah

  1. Mengendalikan perilaku anak.

Melatih anak bagaimana bersikap dalam belajar (duduk tenang) ABK tidak berperilaku semaunya di dalam kelas (jalan mondar-mandir, lari-lari, teriak-teriak, lompat-lompat dan lain-lain)

  1. Penghubung antara guru dan ABK.

ABK memiliki keterbatasan dalam menerima dan memahami instruksi dari guru. Peran shadow teacher menjelaskan dengan bahasa sederhana hingga anak paham.

  1. Membantu ABK fokus.

ABK khususnya autis sangat sulit untuk fokus terutama saat ada distraksi dari lingkungan.

Baca juga :10 Profesi Yang Paling Dibutuhkan Perusahan Pemberi Kerja, Menurut World Economic Forum

Bertanggungjawab memberi laporan tentang perkembangan anak kepada orangtua, guru juga terapis.

  1. Penghubung orangtua dan guru.

Shadow teacher memberi informasi tentang kondisi anak kepada guru. Begitu juga kepada orangtua, shadow teacher menjelaskan bagaimana anak saat berada di sekolah sehingga guru dan orangtua sepaham, sejalan dalam memberi intervensi yang tepat untuk kemajuan ABK.

Shadow teacher yang baik tahu persis kapan ABK perlu dibantu kapan harus dibiarkan. Shadow teacher yang baik adalah yang berusaha membentuk ABK lebih mandiri bukan sebagai “babysitter” di mana anak serba dilayani.

Makin minim pekerjaan shadow teacher dalam mendampingi ABK, maka akan semakin baik progress anak.

Melalui tulisan ini penulis mengharapkan profesi sebagai shadow teacher perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah sebagai pemangku wewenang.

Layaknya guru-guru formal, shadow teacher perlu mendapat pelatihan terstruktur bersertifikasi serta tunjangan-tunjangan. Sehingga kualitas shadow teacher sama dengan guru formal.

Foto:UrbanCircle

4.1 8 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Shadow Teacher, Peran Kecil Dampak Besar […]