Manfaat Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Secara etimologi kata “politik” berasal dari bahasa Yunani, yakni “polis ”, yang dapat berarti kota atau negara kota. Dari kata polis ini kemudian diturunkan pada kata-kata seperti polites yang berarti warga negara; politicos (nama sifat) yang berarti kewarganegaraan (civic), politike techne yang berarti kemahiran politik dan politike episteme yang berarti Ilmu Politik, dan lain sebagainya.

Pendidikan politik merupakan suatu upaya sadar yang dilakukan antara pemerintah dan para anggota masyarakat secara terencana, sistematis, dan dialogis dalam rangka untuk mempelajari dan menurunkan berbagai konsep, simbol, nilai-nilai, dan norma-norma politik dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Manfaat pendidikan politik dapat melatih warganegara agar meningkat partisipasi politiknya. Lewat pendidikan politik individu diajarkan bagaimana mereka mengumpulkan informasi dari berbagai media massa, diperkenalkan mengenai struktur politik, lembaga-lembaga politik, lembaga-lembaga pemerintahan.

Pendidikan politik adalah proses untuk membina individu agar mampu memahami, menilai, dan mengambil keputusan tentang berbagai permasalahan dengan cara-cara yang tepat dan rasional, termasuk dalam menghadapi masalah yang bias maupun isu yang kontroversial.

Pengetahuan politik akan membawa orang pada tingkat partisipasi tertentu. Dalam politik seseorang tidak hanya dituntut mengembangkan pengetahuan, melainkan juga harus mengembangkan aspek sikap dan keterampilan.

Bagi generasi muda, pendidikan politik menjadi sangat penting dikarenakan generasi muda memiliki peranan yang sangat besar untuk memberikan partisipasi politik yang tinggi.

Bisa saja dengan ikut terlibat dalam setiap pemilihan umum, aktif berorganisasi sekaligus mengartikulasikan kepentingan masyarakat, dapat memberikan penilaian secara kritis mengenai dinamika perpolitikan yang tengah terjadi.

Baca juga : Temuan Peneliti Jepang : Metode Tercepat Menenangkan Bayi Yang Menangis

Permasalahan politik di Indonesia sering mengalami pasang surut. Sampai saat ini, pendidikan politik memang menjadi suatu permasalahan tersendiri yang dihadapi bagi generasi muda.

Generasi muda berperan sangat penting dalam urusan politik, terlebih sebagai kluster pemilih muda dan pemilih pemula dalam menentukan keberlangsungan demokrasi dan pemerintahan.

Sudah seharusnya generasi muda dibekali dengan pendidikan politik yang dapat masuk melalui berbagai platform online agar benar-benar menyentuh anak muda, dan mengurangi adanya potensi apatis terhadap politik di kalangan generasi muda.

Pasca reformasi, keikutsertaan warga negara dalam arena politik menampakkan gejala kelesuan yang diindikasikan pada penurunan kualitas serta kuantitas partisipasi politik. Dalam pelaksanaan pemilihan umum misalnya.

Di beberapa daerah di Indonesia masih bermasalah terkait tingginya tingkat golongan putih (golput) akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja partai politik maupun figur yang ditawarkan.

Pelaksanaan partisipasi politik masih terancam penggunaan politik uang (money politics) dalam mempengaruhi proses pemilihan seseorang. Untuk menangani semua permasalahan tersebut pemerintah harus mengurangi angka golput, memberikan sanksi tegas pihak money politics, sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan figur pemimpin turut meningkat.

Seperti yang kita ketahui, generasi milenial memiliki potensi yang besar bagi kekuatan politik karena jumlahnya yang banyak. Namun, generasi ini kurang tertarik terlibat partisipasi dalam politik secara konvensional karena berbagai alasan.

Baca juga : Belajar Dari Pola Asuh Madonna Pada Anak-Anaknya, Ketat Dan Disiplin

Perlu adanya jalur yang lebih mudah untuk diakses supaya generasi milenial mau untuk berpartisipasi dalam perpolitikan. Contohnya seperti melalui tulisan di media internet yang bertemakan politik.

Generasi milenial yang baru belajar mengenai politik, khususnya dalam pemilihan umum biasanya mereka belajar tidak jauh dari ruang yang dianggap memberi rasa kenyamanan dalam diri mereka. Perilaku generasi milenial sebagai pemilih pemula dalam demokrasi memiliki karakteristik yang biasanya labil dan apatis.

Hal tersebut dikarenakan pengetahuan politiknya yang kurang. Mereka cenderung mengikuti kelompok sepermainan karena jiwa labil dan kurang konsisten yang dimiliki generasi milenial sebagai pemilih pemula.

Realita ini mendorong agar generasi muda perlu mempelajari pengetahuan mengenai politik melalui partai politik, sekolah, dan keluarga. Faktor keluarga sangat mempengaruhi cara pandang mengenai seluk beluk politik yang mereka inginkan. Faktor lingkungan salah satunya adalah dari teman sebaya yang sangat berpengaruh karena dominan dapat mengubah pola pikir dalam berdemokrasi.

Namun, peran partai politik yang harus lebih diutamakan dalam memberikan pendidikan mengenai perpolitikan. Pendidikan politik yang baik menjadikan generasi muda pribadi yang matang.

Foto:Harianmerapi

3.5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Manfaat Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda […]