Pemikiran Mantan Wakil Presiden Indonesia Pertama, Dr. Mohammad Hatta tentang Pendidikan

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Dr. Mohammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, bukan hanya seorang negarawan ulung, melainkan juga seorang pemikir yang menaruh harapan sangat besar terhadap pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa. 

Bagi Mohammad Hatta, kemerdekaan bukanlah tujuan akhir perjuangan, melainkan gerbang menuju masyarakat yang adil, makmur, dan beradab. Dan salah satu kunci untuk mewujudkannya tak lain adalah pendidikan yang benar-benar memerdekakan manusia Indonesia. 

Kita mengenal tokoh ini sebagai ahli ekonomi kawakan tetapi juga sebagai tokoh yang terlibat dalam berbagai proses mengupayakan kemerdekaan. Pada berbagai forum penting yang selalu ia hadiri, termasuk forum-forum yang membicarakan isu pendidikan, pemikirannya tentang pendidikan berserakan di berbagai forum tersebut.

Dari catatan forum-forum tersebut, pemikiran Dr. Mohammad Hatta tentang pendidikan tidak terlepas dari nilai-nilai keadilan sosial, nilai-nilai kemandirian sebagai bangsa, dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. 

Tulisan ini hendak mengumpulkan intisari pemikiran Dr. Mohammad Hatta tersebut, mulai dari bagaimana ia melihat pendidikan sebagai sarana pembebasan manusia, pendidikan untuk keadilan sosial dan untuk semua, pendidikan harus membentuk karakter baik dan menghargai kebenaran, serta pendidikan untuk kemandirian bangsa. Berikut uraiannya. 

Pendidikan sebagai sarana pembebasan

Dalam forum-forum yang ia hadiri untuk membicarakan isu pendidikan Bung Hatta selalu menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang memerdekakan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan ketergantungan pada orang lain, pada bangsa lain. 

Baca juga : Literasi Bukan Sekedar Bisa Membaca, Indonesia Darurat Membaca Kritis

Oleh karena itu, menurut Bung Hatta pendidikan tidak boleh hanya sekedar mengajarkan sejumlah  pengetahuan atau keterampilan tertentu saja, tetapi harus membentuk manusia yang sadar akan harkat dan martabatnya sebagai manusia, yang lebih mulia dari makhluk ciptaan Tuhan lainnya. 

Beliau menegaskan; “Pendidikan harus bertujuan membentuk manusia yang berdiri sendiri, di atas kakinya sendiri, tidak bergantung pada orang lain.” Bagi Hatta, orang yang terdidik bukanlah orang yang hafal banyak hal, melainkan orang yang mampu berpikir mandiri, dan mampu menyelesaikan masalah kehidupannya sendiri. 

Pendidikan untuk keadilan sosial, pendidikan untuk semua

Salah satu pemikiran  Bung Hatta yang paling mendasar adalah keyakinannya bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan negara berkewajiban untuk mewujudkannya, tanpa memandang status sosial, atau kemampuan ekonomi. 

Bung Hatta menolak ketimpangan akses pendidikan yang hanya menguntungkan satu golongan saja. Ia menegaskan, di mana ada kesenjangan, negara dengan segala kapasitasnya harus hadir untuk mengatasi kesenjangan tersebut. 

Dalam pandangannya, selama masih ada anak bangsa yang tidak dapat bersekolah, pada jenjang pendidikan apapun, maka bangsa tersebut belum merdeka. Pemerintah menurut Bung Hatta, memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan setiap anak mendapat kesempatan yang sama demi masa depan yang lebih baik. 

Pendidikan harus membentuk karakter baik dan menghargai kebenaran

Bung Hatta sangat menekankan bahwa pendidikan harus membentuk karakter kejujuran dan kebenaran.  Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan tanpa dasar moral dan karakter yang baik, dapat menjadi pedang bermata dua, yang dapat membahayakan kehidupan bersama. 

Baca juga : Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi Anak Indonesia yang Melanjutkan Pendidikan Menengah di Luar negeri vs Pendidikan Nasional

Beliau mengingatkan bahwa; “Penguasaan ilmu pengetahuan yang tidak disertai akhlak yang baik, akan menjadi bencana bagi manusia.”  Oleh karena itu, pendidikan harus menyeimbangkan pengembangan kecerdasan intelektual dengan pembentukan hati nurani, sehingga lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama.  

Pendidikan untuk kemandirian bangsa

Selain itu, dalam konteks membangun bangsa, Bung Hatta melihat pendidikan sebagai sarana untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan kebudayaan. Pendidikan bagi Hatta, harus mampu menghasilkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi produktif, kreatif, dan mampu mengolah kekayaan bangsanya sendiri. 

Oleh karena itu, Bung Hatta terus mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada bantuan keahlian atau pemikiran bangsa lain, melainkan mampu berdiri sejajar dengan bagsa lain, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. 

Demikianlah uraian singkat mengenai pemikiran Dr. Mohammad Hatta tentang pendidikan yang masih relevan hingga hari ini. Pendidikan yang ia maksud bukanlah sekedar memperoleh gelar atau ijazah, melainkan proses pembentukan manusia yang merdeka batinnya, mandiri kehidupannya dan bertanggung jawab atas sesama di sekitarnya. 

Jika sebagai bagsa kita ingin mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, maka kembalilah pada pemikiran Bung Hatta yang berarti menempatkan pendidikan pada jalur yang benar; memanusiakan manusia, menegakkan keadilan, membangun kemandirian bangsa. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments