Bukan Sekadar Lomba: Menumbuhkan Conviction dan Community dalam Semangat Kemerdekaan

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Bulan Agustus menjadi salah satu bulan yang Istimewa di hati murid-murid SD Santo Carolus Surabaya. Ada hari yang paling ditunggu yaitu berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang selalu dinantikan adalah perlombaan.

Bagi murid-murid, perlombaan mungkin dipandang sebagai kegiatan untuk bersenang-senang. Namun bagi pendidik SD Santo Carolus Tarakanita Surabaya, perlombaan HUT RI dapat menjadi bagian dari proses menanamkan pendidikan karakter.

Di balik kegiatan yang penuh keceriaan, terdapat kesempatan bagi murid untuk belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, ketangguhan, sportivitas, kepedulian, dan kebersamaan. 

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dihidupkan melalui pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

Salah satu nilai penting yang dapat dikembangkan melalui perlombaan adalah conviction. Conviction mengajak seseorang untuk memiliki keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai kebenaran serta berani mewujudkannya dalam tindakan.

Dalam perlombaan, murid dihadapkan pada berbagai situasi yang menguji karakter. Ada keinginan untuk menang, ada rasa kecewa ketika kalah, mencari kesempatan untuk mencari jalan pintas, meragukan lawan ketika kalah, dan lain sebagainya.  Pada saat-saat seperti inilah karakter murid dibentuk. 

Murid belajar bahwa menjadi juara bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika mereka mampu mengikuti aturan, bermain secara jujur, menghargai lawan, menerima hasil dengan lapang hati, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik.

Baca juga : Kuliah Gratis dan Peluang Terbuka Menjadi CPNS Melalui 9 Sekolah Kedinasan

Ketika seorang murid memilih untuk tidak curang meskipun memiliki kesempatan, ia sedang mempraktikkan conviction. Ketika ia tetap berusaha meskipun tertinggal, ia sedang belajar ketangguhan. Ketika ia menerima kekalahan tanpa menyalahkan orang lain, ia sedang belajar kedewasaan. 

Nilai conviction menjadikan murid tidak mudah terbawa oleh keadaan. Mereka belajar memiliki prinsip: menang dengan jujur lebih terhormat daripada menang dengan cara yang tidak benar.

Inilah pendidikan karakter yang tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi dialami langsung oleh murid dalam kehidupan sehari-hari.

Selain conviction, perlombaan HUT RI juga menjadi ruang yang sangat kuat untuk menumbuhkan nilai Community. Sebagai bagian dari komunitas pendidikan Tarakanita, murid diajak menyadari bahwa dirinya tidak                                                                                                                                   hidup sendirian. Setiap pribadi memiliki peran dan tanggung jawab untuk membangun kehidupan bersama.

Hal tersebut terlihat jelas dalam berbagai perlombaan kelompok. Keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung pada satu orang. Setiap anggota harus mengambil bagian, memahami tugasnya, mempercayai teman, dan saling mendukung.

Ada murid yang mungkin memiliki kemampuan berlari paling cepat. Ada yang memiliki ketelitian tinggi. Ada yang mampu menyusun strategi. Ada pula yang mungkin tidak ikut menjadi peserta utama, tetapi memberikan semangat dari pinggir lapangan. Semuanya memiliki arti dan peran masing-masing. 

Di sinilah murid belajar bahwa setiap pribadi memiliki hak untuk berpartisipasi aktif sesuai kemampuan masing-masing. Perbedaan kemampuan memberikan peluang untuk dapat saling melengkapi dan berhasil bersama. 

Baca juga : Peran Sekolah-Sekolah Katolik dalam Pembangunan Indonesia Sejak Indonesia Merdeka

Memberikan tepuk tangan kepada teman yang bertanding, memberi semangat bagi teman yang belum berhasil menang merupakan wujud nilai Community telah tumbuh dalam diri murid-murid Tarakanita.

Guru memiliki peran penting untuk membantu murid menemukan makna di balik setiap kegiatan. Setelah perlombaan, murid diajak berefleksi melalui pertanyaan sederhana:

Apakah saya sudah bermain dengan jujur?

Bagaimana sikap saya ketika menang?

Bagaimana sikap saya ketika kalah?

Apakah saya sudah mendukung teman?

Apakah saya menghargai lawan dan mengikuti aturan?

Apa yang saya pelajari tentang bekerja sama?

Refleksi inilah yang membantu murid memahami bahwa setiap pengalaman memiliki nilai pembelajaran. Lomba bukan sekadar siapa yang tercepat, terkuat, atau paling terampil, tetapi tentang pribadi seperti apa yang sedang mereka bangun melalui pengalaman tersebut.

Pada kesempatan kegiatan HUT RI juga salah satu kesempatan SD Santo Carolus dengan bertindak benar, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, peduli kepada sesama, dan mampu bekerja sama merupakan upaya mengisi kemerdekaan. 

Pada akhirnya, perlombaan HUT RI bukan hanya tentang hadiah, piala, atau siapa yang berdiri sebagai pemenang. Lebih dari itu, perlombaan menjadi sebuah pengalaman yang membantu murid mengenal dirinya sendiri dan belajar hidup bersama orang lain. 

5 1 vote
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments