Depoedu.com-Membentuk karakter kreatif dan mandiri pada generasi muda dapat dilakukan melalui cara unik. Langkah inovatif inilah yang digagas oleh SMPK St. Isidorus Lewotala.
Melalui projek kokurikuler bertema “Aku Cinta Tenun Ikat”, sekolah ini berhasil menyulap ruang belajar konvensional menjadi simulasi industri media yang dinamis, edukatif, sekaligus menantang.
Dalam program ini, murid tidak sekedar menjadi penonton, melainkan aktor utama yang ditempa menjadi calon jurnalis masa depan. Mereka diterjunkan langsung ke pondok pengrajin untuk melakukan wawancara mendalam dengan maestro lokal.
Baca juga : Kegiatan Permainan Besar Siaga (PBS) Pramuka SD Tarakanita Wilayah Jakarta
Pengalaman lapangan ini memberi ruang bagi murid untuk mempraktikkan manajemen kerja tim redaksi secara profesional, mulai dari peran pewawancara, notulen, hingga tim teknis audio-visual.
Tak berhenti di sana, para murid juga dilatih memanfaatkan teknologi digital secara bijak dengan mengolah hasil liputan menjadi vlog dokumenter yang kreatif. Setelah data rampung, setiap tim ditantang untuk dapat mempresentasikan hasil wawancara di depan kelas guna mengasah kemampuan public speaking dan berpikir kritis.

Sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, murid diajak melakukan refleksi mendalam yang mencakup empat aspek penting. Pertama, peristiwa, di mana mereka mengkilas balik seluruh proses dinamis di lapangan. Kedua, perasaan, yang mengeksplorasi emosi mereka selama berinteraksi dengan budaya lokal.
Ketiga, pembelajaran, untuk merangkum esensi teori jurnalistik dan nilai kehidupan yang berhasil dipetik. Terakhir, perencanaan, yaitu merumuskan aksi nyata yang akan mereka lakukan ke depan demi menjaga kelestarian tradisi tersebut.
Baca juga : Strategi Sekolah Meningkatkan Minat Siswa Mempelajari Matematika
Melalui goresan pena, bidikan lensa, dan refleksi yang bermakna, para calon jurnalis muda SMPK St. Isidorus Lewotala telah belajar menjadi penyambung lidah tradisi.
Mereka pulang membawa narasi berharga bukan sekadar demi menuntaskan tugas sekolah, melainkan sebagai komitmen nyata untuk mengenalkan kekayaan budaya Lewotala kepada dunia luar.
SMPK St. Isidorus selalu berkomitmen untuk menjadikan ruang belajar murid lebih kreatif dan menarik melalui berbagai projek dalam kokurikuler. Karena dengan menyiapkan generasi yang cerdas dan mempunyai daya saing yang tinggi adalah harapan terbesar.
