Depoedu.com-Kini food industry telah mengontrol selera makan masyarakat kita, bahkan selera makan anak-anak kita. Hampir semua perusahaan besar menerapkan neuro marketing dalam proses produksi makanan olahan mereka. Mereka memproduksi makan dengan kandungan gula, garam, zat pengawet, dan lemak tinggi.
Oleh karena itu, produk makanan olahan yang mereka hasilkan memang jadi makanan enak. Rasa enak ini kemudian me-reset rasa pada lidah anak, sehingga sayur, buah dan makanan rumahan menjadi makanan yang tidak enak bagi mereka. Hasilnya mereka ketagihan makan makanan olahan dan tidak menyukai sayur, buah, dan makanan rumahan.
Pola konsumsi kita semakin buruk ketika di rumah-rumah kita, karena alasan praktis, kita lebih bisa menyediakan processed food bahkan makanan olahan dengan ultra processed food (UPF) yang biasanya mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet, pemanis, atau pewarna buatan di kulkas rumah-rumah kita.
Pola makan seperti ini dalam jangka panjang beresiko buruk pada kesehatan, karena bisa menyebabkan obesitas, kolesterol, diabetes bahkan gagal ginjal. Dan kasus-kasus kesehatan ini, kini tidak hanya terjadi pada orang dewasa melainkan juga sudah terjadi pada banyak anak Sekolah Dasar (SD). Dapat dilihat dari data berikut ini.
Sejak tahun 2010 hingga tahun 2023 terjadi lonjakan kasus diabetes pada anak hingga 70 kali lipat. Data per Januari tahun 2023, tercatat ada 1.645 kasus diabetes pada anak 10-14 tahun. Umumnya terjadi di kota-kota besar, di mana produk makan olahan lebih mudah ditemukan, ditambah kesibukan orang tua membuat lebih bisa menyediakan makan olahan.
Baca juga : IGI Flores Timur Mengecam Keras Tindakan Kekerasan Orang Tua Terhadap Guru
Hal yang sama juga terjadi pada kasus gagal ginjal pada anak. Data per Februari tahun 2023 ditemukan kasus gagal ginjal akut misterius di 27 provinsi Indonesia, di mana ditemukan 326 kasus gagal ginjal, dan 200 diantaranya meninggal. Proses investigasi menemukan penyebabnya adalah kandungan etilen glikol dan dietilen glikol pada produk sirup.
Seharusnya negara dapat mencegah makanan dan obat dengan kandungan yang tidak sehat beredar di pasar, karena semua obat dan makanan olahan yang beredar telah melewati proses izin terlebih dahulu. Pertanyaan selanjutnya apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan anak-anak kita dari pola konsumsi yang tidak sehat seperti ini?
Kembali pada natural food
Menghadapi fenomena ini, mulai dari rumah, orang tua harus membiasakan menyediakan natural food untuk anak-anak kita. Luangkan waktu rutin untuk belanja sayur, buah, untuk sumber vitamin, mineral, antioksidan dan serat, belanja bahan makanan pokok untuk sumber karbohidrat, belanja bahan nabati, daging dan telur untuk sumber protein keluarga.
Pelajari pula cara memasak makanan sehat, bila perlu luangkan waktu memasak sendiri. Ini bahkan bisa dilakukan bersama-sama dengan anak. Dengan begini kita bisa mengontrol asupan makanan bagi anak-anak kita. Ini hanya bisa terjadi jika orang tua peduli dan sayang pada keluarga mereka.
Lebih dari itu, bukan hanya menjadi sarana menyatakan sayang tetapi dengan masak sendiri kita bisa mengontrol garam, gula dan lemak dalam makanan kita yang jika dikonsumsi berlebih dapat menjadi sumber munculnya penyakit tidak menular seperti obesitas, kolesterol, diabetes, dan gagal ginjal.
Sebagai panduan dalam proses mengontrol kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan yang kita masak, kita bisa menggunakan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai patokan konsumsi gula, garam dan lemak per orang per hari.
Menurut panduan tersebut, konsumsi gula per hari, per orang maksimal 50 gram atau setara 4 sendok makan per hari. Sedangkan konsumsi garam maksimal 5 gram per orang per hari atau setara dengan 1 sendok teh sehari. Selain itu, konsumsi lemak per orang per hari adalah 67 gram atau setara 5 sendok makan minyak/atau lemak.
Bagi keluarga kelas menengah perkotaan, menyediakan natural food di meja makan rumah sendiri mungkin merepotkan, namun akan jauh lebih merepotkan jika salah satu anggota keluarga menderita salah satu penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung atau gagal ginjal.
Selain itu, menyediakan natural food adalah cara yang paling bertanggung jawab bagi orang tua dalam melindungi keluarga. Batasi konsumsi processed food. Kita tidak bisa mengontrol food industry tapi kita bisa kontrol asupan makanan anak-anak kita dengan menghadirkan natural food di meja makan kita.
Foto: 24Vita

[…] Baca juga : Mulai Hadirkan Natural Food di Meja Makan Rumah Kita untuk Mencegah Food Industry Mengatur Selera Ma… […]