Memaknai Hari Guru dengan Pelatihan Kepemimpinan dan Pemberian Penghargaan

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depodu.com-Selamat Hari Guru untuk diri saya sendiri dan semua saudara yang berkarya dalam dunia pendidikan.  Untuk yang berkarya di sekolah formal, di jalur kursus ataupun yang langsung terjun di masyarakat. 

Untuk yang masih aktif dinas di suatu instansi ataupun yang sudah purna tugas. Untuk yang masih hidup ataupun yang sudah meninggalkan kita. Selamat Hari Guru dari kami di SMAK Kolese Santo Yusup Malang.

Banyak ucapan menarik yang dapat kita simak pada peringatan hari Guru. Antara lain, banyak orang dikenal dan diakui sebagai Guru hanya sesudah kematiannya. Ketika masih hidup mereka hanya dikenal sebagai yang tekun berjuang mencintai tugas hidupnya (Sr. Vinsenza Kedang, CIJ).

Kutipan  ini mengingatkan saya pada ibu saya Ignatia Suyatmi, seorang Guru Sekolah Dasar di Klaten dan Bapak mertua saya Yohanes Dirjo Wasito, seorang Guru Sekolah Dasar di Sleman, dan juga beberapa teman Guru Kosayu yang saat ini sudah damai bersama Tuhan. 

Selamat hari Guru ibuku, Bapakku, dan juga teman-teman yang telah menghadap Tuhan.

Sering kita mendengar ungkapan bahwa Guru adalah Pemimpin dan hampir semua lembaga sekolah menginginkan Gurunya cakap dalam memimpin. Pertanyaanya adalah pimpinan sekolah sudah memberikan apa kepada Gurunya agar cakap dalam memimpin?

Faktanya Guru harus didampingi, diperhatikan, ditemani, dikunjungi, dan dihargai agar menjadi cakap dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin. Inilah bentuk kesejahteraan hati yang kadang terabaikan, karena sebagian berfokus bahwa kesejahteraan diidentikkan dengan gaji.

Guru adalah pembelajar sepanjang hayat, selalu membangun komunikasi yang efektif, mendorong tumbuh kembang partisipasi murid, menghargai atas gagasan para murid dan memberdayakan diri sendiri serta rekan kerjanya.

SMAK Kolese Santo Yusup Malang memperingati Hari Guru 2025 dengan dua kegiatan, yaitu melakukan Pelatihan Kepemimpinan Sekolah dan Pemberian Penghargaan Pesta Perak 25 tahun mengabdi dari Guru dan Karyawan.

Pelatihan kepemimpinan didampingi oleh narasumber Bapak Ig. Kingkin Teja Angkasa dan Bapak Hj. Sriyanto dari Yayasan Kawan Tumbuh Indonesia dilaksanakan dalam tiga tahap.

Baca juga : Ilmuwan-Ilmuwan Cilik KB–TK Tarakanita 5 dalam Super Science Day

Tahap pertama berupa pembekalan Pemimpin Perubahan yang dilakukan dengan tatap muka pada tanggal 21–22 November 2025. Selanjutnya tahap kedua dilakukan pendampingan dalam bentuk penugasan secara online pada tanggal 23 November–18 Desember 2025. 

Selama pendampingan online ini peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing mengerjakan tugas sesuai dengan bagian yang telah diatur oleh narasumber bersama panitia.

Hasil dari penugasan online ini akan ditindaklanjuti dalam pelatihan tahap ketiga berupa pelatihan tatap muka dengan topik Pemimpin Pemberdaya pada tanggal 19–20 Desember 2025. 

Dalam sesi ini peserta akan menerima pelatihan dengan materi: Situational Leadership untuk Mengelola Tim Beragam, Manajemen SDM Sekolah dan Pengembangan Tim Guru, Pengelolaan Sumber Daya Sekolah, Inovasi Sekolah dan Pengembangan Perubahan Kontekstual, Refleksi Umpan Balik dan Penutupan Pelatihan.

Semua peserta dan narasumber terlihat sangat bersemangat secara aktif dalam pelatihan ini. Semoga Guru SMAK Kolese Santo Yusup senantiasa berkembang, tumbuh menjadi pribadi yang tekun untuk belajar, dan memiliki keinginan yang kuat untuk membangun kolaborasi.

Pemberian Penghargaan Pesta Perak 25 tahun mengabdi di SMAK Kolese Santo Yusup tahun 2025 kali ini diberikan kepada Ibu Dra. Margareta Indah Pratiwi Guru PJOK, Ibu Iin Kristiani, S.Pd. Guru Matematika, Ibu Irene Puji Nawang Wulandari Karyawan Administrasi, dan Bapak Heri Susanto Sinaga Karyawan Kebersihan.

Dalam kegiatan Pemberian Penghargaan Pesta Perak 25 tahun mengabdi ini juga dihadiri Bapak Ibu dari Kantor Yayasan Kolese Santo Yusup. Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Bapak Ibu Guru MGMP Bahasa Indonesia dengan karya puisi yang sangat menarik.

Ibu Anastasia Lesmiyati, S.Pd mempersembahan puisi dengan judul WAKTU

Dua puluh lima tahun
aku melihat langkah-langkah kalian
menyusuri halaman sekolah ini.
Ada yang datang dengan peluit dan semangat pagi,
ada yang membawa angka-angka
untuk mengajar ketelitian pada dunia muda.
Ada yang menjaga arsip seperti menjaga ingatan sekolah,
dan ada yang menyapu hari
hingga tetap layak dijalani.

Alunan puisi dilanjutkan oleh Bapak Ade Setiawan, S.Pd. kepada Bapak Ibu yang merayakan pesta perak melalui puisi dengan judul RUANG SEKOLAH

Aku adalah ruang yang kalian isi.
Dari lapangan hingga meja-meja kelas,
dari ruang tata usaha hingga lorong sunyi pagi hari.

Bu Pratiwi, aku mendengar napas berat murid-murid
yang kalian latih untuk lebih kuat dari kegagalan.
Detak jantung mereka—yang kalian iringi—
masih menggema di dinding-dinding lapangan.

Bu Iin, kalian mengajari dunia
bahwa ketepatan adalah bentuk lain dari cinta.
Bahwa ada keindahan dalam ketegasan,
dan ada kepastian dalam kesabaran.

Bu Irene, kalian menjaga berkas, surat, dan jadwal—
tetapi sesungguhnya kalian menjaga keteraturan
yang membuat rumah belajar ini tetap tertata.
Dalam diam, kalian adalah denyut administrasi
yang membuat semuanya bergerak.

Pak Heri Sinaga, setiap pagi
kalian menghapus jejak hari kemarin,
agar anak-anak dapat memulai lagi
dengan halaman yang bersih.
Keringat kalian adalah doa tanpa suara
yang membuat sekolah ini tetap pantas menyambut harapan.

Selanjutnya Ibu Agnes Sindi Margareta, S.Pd. membawakan puisi yang indah dengan judul PARA MURID

Kami pernah datang sebagai halaman kosong.
Kami tidak tahu apa itu tekun, disiplin, atau rapi.

Tapi dari kalian:
kami belajar berlari lebih jauh,
berpikir lebih dalam,
menghormati ketertiban,
dan mencintai kebersihan.

Tanpa kalian,
kami hanyalah kertas tanpa arah.

Dua puluh lima tahun,
kalian telah menitipkan nilai
yang tak dapat dihapus waktu.

Baca juga : Menunggu Formulasi Gerakan Literasi Baru Menurut Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Sedangkan Ibu Theresia Supriyanti, S.Pd. mengalunkan puisinya dengan judul SESAMA GURU

Kita semua tahu:
sekolah ini tidak berdiri karena satu peran saja.
Ada tangan yang melatih tubuh,
ada kepala yang menuntun logika,
ada hati yang merapikan administrasi,
ada tenaga yang menjaga dunia tetap bersih
agar jiwa dapat belajar dengan tenang.

Kita berdiri di tempat yang sama,
meski memegang tugas yang berbeda.
Dan hari ini,
kita merayakan perjalanan yang diam-diam
telah menyatukan kita sebagai keluarga.

Tak ketinggalan Bapak Andreas Pebriawan, S.S. sebagai Guru yang paling muda di SMAK Kolese Santo Yusup juga mengalunkan puisi dengan judul SUARA PENGABDIAN

Dua puluh lima tahun bukan hanya masa kerja.
Ia adalah kesetiaan yang diuji waktu,
ketulusan yang tidak pernah meminta tepuk tangan,
dan pengabdian yang tidak mudah dinilai angka.

Kepada kalian
yang menjaga sekolah ini tetap hidup:
Bu Pratiwi, Bu Iin, Bu Irene, Pak Heri
pengabdian kalian adalah lentera
yang terus menyala bahkan ketika lampu panggung padam.

Alunan puisi yang sangat indah dari Bapak Ibu Guru MGMP Bahasa Indonesia ini mampu membawa ke dalam suasana yang sangat hening dan tatapan mata yang terpusat pada penampilan mereka.

Inilah persembahan cinta sebagai ungkapan syukur bersama-sama melewati 25 tahun mengabdi bersama di SMAK Kolese Santo Yusup Malang dan tetap akan terus bersama hingga pensiun dari kedinasan sekolah kita tercinta. Selanjutnya Bapak Ibu yang dipestakan, menyampaikan kesan perjalanan 25 tahun mengabdi. 

Ibu Dra. Margareta Indah Pratiwi menyampaikan bahwa beliau sebelumnya sudah mengajar di SMPK Kolese Santo Yusup 1 selama 11 tahun dan dilanjutkan di unit SMA ini selama 25 tahun. Jadi genap 36 tahun beliau berkarya di unit pendidikan Kolese Santo Yusup Malang.

Ibu Iin Kristiani, S.Pd. dan Ibu Irene Puji Nawang Wulandari menceritakan awal masuk bekerja di SMA sering bertemu bersama ketika menunggu angkot (angkutan umum kota Malang hingga saat ini). 

Mereka turun dari angkot di sekitar gereja paroki Santo Albertus De Trapani Malang dilanjutkan berjalan kaki ke sekolah setiap hari berangkat dan pulang. Inilah jiwa tetap bersemangat kami di Kolese Santo Yusup.

Pak Heri Sinaga sebagai Karyawan Kebersihan menyampaikan bahwa hidup ini indah. Terutama kebersamaan di Kolese Santo Yusup yang penuh dengan persaudaraan dan guyub rukun bersama. 

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ibu Guru yang sering memberikan makanan kepada bapak bapak di Bagian Umum.

Sebagai ucapan terima kasih sekaligus penghargaan tanda cinta dan penghormatan atas 25 tahun pengabdian Bapak Ibu di SMAK Kolese Santo Yusup, kepala SMAK Kolese Santo Yusup Malang Bapak Petrus Harjanto, M.Pd., memberikan piagam penghargaan dan bunga mawar sebagai tanda cinta atas kebersamaan kita.

Selamat Hari Guru dan Selamat Atas Pesta Perak Pengabdian di SMAK Kolese Santo Yusup Malang.

Tetap Bersemangat 

Penulis adalah Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Malang

Kontribusi Puisi dan Foto: Guru SMAK Kolese Santo Yusup Malang

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Baca juga : Memaknai Hari Guru dengan Pelatihan Kepemimpinan dan Pemberian Penghargaan […]