Pendidikan sebagai media Gerakan “Bangkit” mencapai Kemajuan Bangsa dan Negara

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Lintasan sejarah di Indonesia mencatat pada bulan Mei ada peristiwa–peristiwa penting sebagai momentum perubahan dalam masyarakat.  Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari pendidikan nasional dan tanggal 20 Mei masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai Kebangkitan Nasional. 

Jika menilik kedua peristiwa itu ke belakang, kedua peristiwa merupakan momentum mulai perubahan besar dalam masyarakat Indonesia.

Pada 2 Mei 1889 lahirlah  Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, tokoh nasional, guru, dan politisi selama pendudukan Kolonial Belanda di Indonesia. Tokoh yang lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara ini menjadi pelopor pendidikan di Indonesia. 

Ia sempat mengenyam pendidikan di School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen (STOVIA) walaupun tidak sampai selesai, beliau memperoleh wawasan luas tentang pendidikan dan kebudayaan lokal. 

Ki Hadjar mempraktikkan ilmu dan pengetahuannya untuk mendidik kaum pribumi, mendasarkan pada nilai–nilai budaya lokal (Jawa) dengan pengetahuan modern melalui pendidikan yang ia peroleh.

Bagi Ki Hadjar, pendidikan merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan derajat dan martabat masyarakat. Menurutnya harus ada keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dengan budi pekerti (karakter). 

Maka perlu bagi anak–anak mendapatkan budi pekerti sehingga terjadi keseimbangan antara pikiran, emosi, kemauan dan tenaga. Menjadi manusia yang utuh dan beradab. 

Melalui pendekatan pendidikan “asih, asah, asuh” memberikan kenyamanan bagi anak yang bersekolah, memberikan kebebasan berpikir dan berpendapat.

Boedi Oetomo merupakan organisasi pergerakan yang bersifat nasional pertama di Indonesia. Organisasi yang didirikan oleh pelajar – pelajar STOVIA pada 20 Mei 1908 ini sebagai tanda, simbol lahirnya kebangkitan nasional. Tokoh penting dari gerakan ini adalah  Dr. Wahidin Soedirohoesodo  dan Dr.Soetomo.

Baca juga : “Small Action, Big Impact”, Character Building Kelas 7 SMP Tarakanita 5 Bangun Kepedulian dan Kebersamaan

Organisasi pergerakan ini mengangkat bidang pendidikan bagi kaum pribumi dan menumbuhkembangkan kebudayaan. Program dan tujuan yang fokus di bidang sosial harapannya mampu memperbaiki sumber daya manusia.

Bagi Boedi Oetomo, pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran nasional, pengetahuan rakyat tentang harkat dan martabat serta kebudayaan. 

Organisasi pergerakan Boedi Oetomo menjadikan  pendidikan sebagai sarana bagi kaum pribumi  untuk bangkit, “merdeka”. Melalui pendidikan dapat membangun masyarakat yang cerdas dan mampu menghadapi tantangan sesuai zamannya.

Menjadi bahan refleksi untuk kita semua, tentang kesadaran akan pentingnya  pendidikan dalam usaha mencapai masa depan yang baik. Pendidikan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, ketrampilan teknologi dan juga mendapatkan wawasan tentang nilai–nilai budaya yang membentuk karakter. 

Kesadaran akan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi tanggung jawab bersama  masyarakat, pelaku pendidikan / lembaga pendidikan dan tentu saja pemerintah.

Pemerataan pendidikan melalui pembangunan sekolah – sekolah di seluruh pelosok negeri, meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Membuat suatu desain pendidikan yang sesuai dengan jati diri masyarakat Indonesia, akan menciptakan manusia yang utuh, cerdas dan berkarakter positif.

Dengan berbagai strategi dan pendekatan, pendidikan harus meletakkan dasar yang kuat dalam  menghargai kebebasan, kebangsaan, dan rasa cinta tanah air. Pendidikan yang membangun  manusia Indonesia berakar kuat pada nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia asli.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan merupakan dasar untuk membentuk dan membangun masyarakat yang kuat baik secara ilmu pengetahuan maupun karakter. 

Baca juga : Melalui Kokurikuler “Aku Cinta Tenun Ikat” SMPK St. Isidorus Lewotala Mempersiapkan Calon Jurnalis Masa Depan

Dengan karakter yang kuat dan ilmu pengetahuan yang tinggi dimiliki oleh masyarakat maka bangsa dan negara ini akan menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan memiliki harkat dan martabat tinggi di mata dunia.

Momentum  untuk ”bangkit” dari keterpurukan dalam kehidupan pada masa sekarang ini harus selalu dipupuk dalam setiap insan dan sanubari masyarakat Indonesia. 

Kesadaran untuk belajar, berpendidikan, menguasai ilmu pengetahuan  dan teknologi sesuai dengan zamannya. Bangkit dari segala bentuk kemalasan dan lebih produktif, menciptakan peluang – peluang untuk memajukan kehidupan bersama. Meningkatkan kesejahteraan sosial bersama.

Ada satu benang merah dalam setiap memperingati Hari Pendidikan dan juga Hari Kebangkitan Nasional. Sistem pendidikan dengan menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan abad 21 yang harus dikuasai oleh masyarakat sehingga mampu menghadapi dan menyelesaikan tantangan kehidupan nyata.

Pendidikan juga harus mengembangkan budi pekerti (karakter) dalam diri setiap orang, karakter yang dibentuk dari nilai –nilai keutamaan yang sudah ada sejak masa nenek moyang. 

Keutamaan ini menjadi pondasi yang kuat bagi pribadi masyarakat sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi bisa diterapkan dengan baik demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

Mari kita gunakan momentum “Mei” ini untuk tingkatkan kesadaran  berpendidikan dan bangkit bersama membebaskan diri dari belenggu kebodohan, kemiskinan, ketidakmampuan, ketidakadilan. 

Mari, bangkit dan berkarya untuk memajukan dan menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil dan beradab.

0 0 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments