SMPK Santu Yusup Larantuka, Menyelenggarakan Workshop Artificial Intelligence untuk Menguatkan Literasi

Info Sekolah
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Manusia saat ini hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Agar perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut berdampak positif pada kehidupan manusia, manusia perlu memiliki kecakapan untuk memanfaatkan media digital, alat komunikasi dan jaringan internet untuk kehidupan yang lebih baik.

Inilah yang disebut literasi digital. Oleh karena itu, pengembangan literasi digital harus menjadi visi dan program kerja dari semua lembaga pendidikan. Karena semua peserta didik harus memiliki kemampuan untuk menggunakan media digital dan memanfaatkan informasi secara positif untuk pertumbuhan pribadinya ke arah yang lebih baik. 

Inilah salah satu alasan yang melatarbelakangi SMP Santu Yusup Larantuka menyelenggarakan kegiatan workshop Artificial Intelligence guna memperkuat pengambangan literasi, baik di kalangan guru maupun di kalangan peserta didiknya. 

Baca juga : Indahnya Berbagi! Siswa SMP Tarakanita 4 Jakarta Gelar Bakti Sosial 2024

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2024 di aula sekolah ini. Narasumber dari workshop ini adalah Fransiskus X. Berek M.Pd. Sehari-hari, Frans Berek adalah Kepala Sekolah Penggerak dan Kepala SMPK Isodorus Lewotala, sebuah Sekolah Penggerak di Flores Timur.

Alasan lain mengapa workshop tentang Artificial Intelligence untuk memperkuat Pengembangan Literasi ini diadakan SMPK Santu Yusup Larantuka, menurut Adrianus Pedan Balun Kepala SMPK Santo Yusup Larantuka adalah karena rapor mutu pendidikan yang merupakan hasil Asesmen Nasional tahun 2023 sekolah ini, sangat rendah.

Selain itu kata Adrianus Pedan, kegiatan ini dilakukan juga untuk mulai menjadikan literasi sebagai budaya di satuan pendidikan ini, serta untuk menyiapkan guru dalam membimbing peserta didik dalam berliterasi sehari-hari di sekolah. Oleh karena itu 22 guru bersama 26 murid kelas VII dan kelas VIII sekolah ini mengikuti workshop ini. 

Kata Adrianus Pedan, meskipun berbagai tantangan masih akan dihadapi seperti kurangnya dukungan sarana seperti tidak stabilnya sinyal internet dan terbatasnya dukungan stakeholder, namun SMPK Santo Yusup akan menindaklanjuti workshop tersebut dengan berbagai aksi setelah ini. 

Di antaranya, aksi yang direncanakan adalah setiap hari Sabtu ada kegiatan pembiasaan di sekolah. Selain itu untuk memperkuat kegiatan literasi akan ada mading kelas dan mading sekolah. Guru juga merencanakan memanfaatkan gawai untuk kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, aksi lainya adalah  sekolah  akan menyiapkan internet sebagai sarana pendukung.

Frans Berek dalam sesi workshop-nya mengajak para guru untuk terus belajar dan bergerak untuk menguatkan literasi dengan menggunakan metode, strategi dan model pembelajaran yang heterogen dalam pendampingan, berkolaborasi dengan dengan berbagai pihak dan terus menggerakkan diri dan orang lain.

Baca juga : Hoax Jadi Fenomena Gagalnya Pendidikan Kita?

Dengan penyajian yang menarik serta diselingi ice breaking, guru dan murid mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Terbukti para murid langsung dapat mengoperasikan aplikasi Kahoot dan Bing AI. Dengan kemampuan ini Frans Berek berharap para murid tidak mudah terjebak berita hoax

Bonefasius Boro menyatakan, kegiatan workshop ini merupakan kegiatan berbagi praktik baik tentang perkembangan dan penguatan literasi di satuan pendidikan yang sangat bermanfaat. Sedangkan Pati Kelen, murid kelas VII A mengharapkan kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan karena meningkatkan kemampuan murid.

5 2 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments