Mengenal Beberapa Anak Genius di Dunia, Salah Satunya dari Indonesia

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Pada umumnya, anak genius dikenali dari hasil tes Inteligence Quotient (IQ). Para ahli Psikologi menggolongkan seorang sebagai anak jenius, jika hasil tes IQ mencapai 132. Sedangkan, Mensa Organization yang mewadahi orang-orang genius menetapkan anak dengan hasil tes IQ 132, boleh mendaftar menjadi anggota.

Mensa didirikan di Inggris tahun 1946, saat ini beranggotakan lebih dari 140.000 orang dan tersebar di 100 negara di dunia. Tercatat anggota Mensa dengan IQ tertinggi adalah Tara Sahrifi, anak perempuan Iran berusia 11 tahun.

Di Indonesia, Mensa didirikan tahun 1991, dan saat ini mempunyai anggota sebanyak 200 orang. Mensa Indonesia melakukan pertemuan rutin dan melakukan pendampingan pada anggota yang memerlukan.

Selain hasil tes, anak jenius juga dapat dikenali dari perilakunya sehari-hari. Mensa sebagai organisasi induknya, merumuskan 17 perilaku yang dapat digunakan untuk menandai anak genius.

Misalnya, anak genius dapat dikenali dari kemampuan mengingat yang luar biasa, dapat melewati berbagai tahap kecerdasar lebih awal, bisa membaca lebih cepat, dan punya hobi atau ketertarikan yang tidak biasa bagi anak seusianya.

Di samping itu, tanda lainnya adalah tidak toleran terhadap anak lain, mengetahui dan mengikuti peristiwa-peristiwa dunia, meletakkan standar yang sangat tinggi pada diri sendiri, dan pemilik prestasi tinggi.

Baca Juga : Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

Selain tanda-tanda tersebut, tanda lainnya yang dapat diamati adalah lebih suka berkumpul dengan orang dewasa atau malah memilih untuk menyendiri, suka berbicara, dan suka bertanya.

Tanda lainnya adalah mudah mempelajari sesuatu, memiliki selera humor yang berkembang, berbakat di bidang musik, suka memegang kendali, suka membuat peraturan permainan baru, dan bisa ekstrovert dan introvert.

Bertolak dari ciri-ciri tersebut, berikut ini lima anak di dunia yang tergolong anak genius, dilihat dari kecepatan mereka belajar dan kemampuan menyelesaikan studi di berbagai level pendidikan

Jeremy Shuler

Pada tahun 2016 silam, bocah berusia 12 tahun ini, sudah diterima di Cornel University. Pada umur dua tahun, Jeremy sudah mampu membaca buku Bahasa asing. Pada usia 6 tahun, ia sudah mampu menyelesaikan soal-soal Calculus.

Jeremy menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas relatif cepat. Pada usia 11 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan menengahnya dengan prestasi yang sangat membanggakan.

Cendekiawan Suryaatmaja

Cendekiawan Suryaatmaja lahir di Bogor, 1 Juli 2004 dengan IQ 189. IQ ini bahkan lebih tinggi dari Albert Einstein yang ber IQ 160. Ia biasa dipanggil dengan nama Diki. Tahun 2014, Diki berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Matematika di Beijing.

Baca Juga : Diperlukan Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini, Namun Membutuhkan Keteladanan

Pada usia 10 tahun, lebih muda 1 tahun dari Jeremy, ia sudah diterima di Universitas Waterloo Ontario Kanada. Di sana, ia belajar Fisika dengan program minor Kimia, Matematika, dan Ekonomi.

Kita berharap Diki dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan dapat melakukan riset dengan temuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Tanishg Abraham

Tanis Abraham lahir di Amerika Serikat tahun 2004. Pada tahun 2015, ia dinyatakan lulus dari sebuah universitas di Amerika Serikat.

Pada usia 9 tahun, ia sudah menyelesaikan pendidikan menengahnya dan melanjutkan pendidikannya di Universitas dan dua tahun kemudian telah dinyatakan lulus.

Ia bercita-cita menjadi dokter, peneliti di dunia medis dan pada suatu saat nanti ia ingin menjadi Presiden Amerika Serikat.

Sho Yono

Sho Yono, lahir 22 Oktober 1990 di Portland, Oregon, Amerika Serikat. IQ nya mencapai 200, ini sangat jauh dari IQ Albert Einstein. Sudah mulai studi di universitas pada usia 9 tahun.

Sho Yono, belajar Ilmu Kedokteran dan pada usia 21 tahun ia sudah lulus menjadi dokter termuda di Universitas of Chicago, Amerika Serikat.

Baca Juga : Penelitian Membuktikan Bahwa Anak Yang Sukses, Mempunyai Ibu Yang Bahagia

Pada tahun yang sama, yakni tahun 2012, ia juga lulus dari Pritzker School of Medicine, meraih gelar PhD dalam bidang genetic molecular dan biologi sel.

Ester Okade

Ester Okade, di usia 10 tahun bersiap untuk kuliah di Jurusan Matematika di Inggris. Ia berencana menyelesaikan studi selama 2 tahun untuk mendapat gelar PhD jurusan Matematika Keuangan.

Karya lain yang ia rampungkan di usia 10 tahun adalah menulis buku Matematika untuk anak-anak yang diberikan judul Yummy Yummy Aljabar. Ia terlihat suka Matematika sejak berusia 3 tahun.

Ia bercita-cita ingin memiliki Bank pada usia 15 tahun, karena ia suka angka dan ingin membantu orang-orang yang bekerja di bank.

Itulah perkenalan kita dengan lima orang paling jenius. Kita berharap pendidikan yang digegas yang mereka alami tidak membuat mereka terhambat untuk tumbuh secara normal sebagai pribadi.

Kita berharap mereka dengan kecerdasan mereka masing masing,  riset mereka akhirnya, menemukan temuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Mengenal Beberapa Anak Genius Di Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia […]

trackback

[…] Baca Juga : Mengenal Beberapa Anak Genius Di Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia […]